Pages
Senin, 09 Mei 2011
ApA sAja fAktor yang MempenGaruhi KehAmilAn.? Ada tiga faktor yang mempengaruhi kehamilan, yaitu faktor fisik, faktor psikologis dan faktor sosial budaya dan ekonomi. fAktor fiSik seorang ibu hamil dipengaruhi oleh status kesehatan dan status gizi ibu tersebut. Status kesehatan dapat diketahui dengan memeriksakan diri dan kehamilannya ke pelayanan kesehatan terdekat, puskesmas, rumah bersalin, atau poliklinik kebidanan. Adapun tujuan dari pemeriksaan kehamilan yang disebut dengan Ante Natal Care (ANC) tersebut adalah : • MemANtAu kemAjuAn kehAmilan. Dengan demikian kesehatan ibu dan janin pun dapat dipastikan keadaannya. • MeninGkatkaN dan mEmpertahAnkAn kesehAtaN fisik dAn menTal ibu, karena dalam melakukan pemeriksaan kehamilan, petugas kesehatan (bidan atau dokter) akan selalu memberikan saran dan informasi yang sangat berguna bagi ibu dan janinnya • MengenAli secAra dini adaNya keTidaknormaLan atAu komplikAsi yang mungkin terjadi selama kehamilan dengan melakukan pemeriksaan pada ibu hamil dan janinnya • MemperSiapKan iBu aGar dapat melAhirkan deNgan selamAt. Dengan mengenali kelainan secara dini, memberikan informasi yang tepat tentang kehamilan dan persalinan pada ibu hamil, maka persalinan diharapkan dapat berjalan dengan lancar, seperti yang diharapkan semua pihak • MempersiApkan aGar mAsa NifAs berjalan NormAl. Jika kehamilan dan persalinan dapat berjalan dengan lancar, maka diharapkan masa nifas pun dapar berjalan dengan lancar • MempersiApkan perAN ibu dan keluArga dalam meNerima bayi. Bahwa salah satu faktor kesiapan dalam menerima bayi adalah jika ibu dalam keadaan sehat setelah melahirkan tanpa kekurangan suatu apa pun Karena manfaat memeriksakan kehamilan sangat besar, maka dianjurkan kepada ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin di tempat pelayanan kesehatan terdekat. Selain itu status gizi ibu hamil juga merupakan hal yang sangat berpengaruh selama masa kehamilan. Kekurangan gizi tentu saja akan menyebabkan akibat yang buruk bagi si ibu dan janinnya. Ibu dapat menderita anemia, sehingga suplai darah yang mengantarkan oksigen dan makanan pada janinnya akan terhambat, sehingga janin akan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Di lain pihak kelebihan gizi pun ternyata dapat berdampak yang tidak baik juga terhadap ibu dan janin. Janin akan tumbuh besar melebihi berat normal, sehingga ibu akan kesulitan saat proses persalinan. Yang hArus diperhAtikAN adalah ibu hamil harus banyak mengkonsumsi makanan kaya serat, protein (tidak harus selalu protein hewani seperti daging atau ikan, protein nabati seperti tahu, tempe sangat baik untuk dikonsumsi) banyak minum air putih dan mengurangi garam atau makanan yang terlalu asin. fAktor PsikOlogis yang turut mempengaruhi kehamilan biasanya terdiri dari : StreSsor. Stress yang terjadi pada ibu hamil dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Janin dapat mengalami keterhambatan perkembangan atau gangguan emosi saat lahir nanti jika stress pada ibu tidak tertangani dengan baik. DukuNGan keluarGa juga merupakan andil yang besar dalam menentukan status kesehatan ibu. Jika seluruh keluarga mengharapkan kehamilan, mendukung bahkan memperlihatkan dukungannya dalam berbagai hal, maka ibu hamil akan merasa lebih percaya diri, lebih bahagia dan siap dalam menjalani kehamilan, persalinan dan masa nifas. Yang terakhir adalah fAktor linGkunGan sosiAl, budAya dan ekoNomi. Faktor ini mempengaruhi kehamilan dari segi gaya hidup, adat istiadat, fasilitas kesehatan dan tentu saja ekonomi. Gaya hidup sehat adalah gaya hidup yang digunakan ibu hamil. Seorang ibu hamil sebaiknya tidak merokok, bahkan kalau perlu selalu menghindari asap rokok, kapan dan dimana pun ia berada. Perilaku makan juga harus diperhatikan, terutama yang berhubungan dengan adat istiadat. Jika ada makanan yang dipantang adat padahal baik untuk gizi ibu hamil, maka sebaiknya tetap dikonsumsi. Demikian juga sebaliknya. Yang tak kalah penting adalah personal hygiene. Ibu hamil harus selalu menjaga kebersihan dirinya, mengganti pakaian dalamnya setiap kali terasa lembab, menggunakan bra yang menunjang payudara, dan pakaian yang menyerap keringat. Ekonomi juga selalu menjadi faktor penentu dalam proses kehamilan yang sehat. Keluarga dengan ekonomi yang cukup dapat memeriksakan kehamilannya secara rutin, merencanakan persalinan di tenaga kesehatan dan melakukan persiapan lainnya dengan baik. Namun dengan adanya perencanaan yang baik sejak awal, membuat tabungan bersalin, maka kehamilan dan proses persalinan dapat berjalan dengan baik. Yang patut diperhatikan adalah bahwa kehamilan bukanlah suatu keadaan patologis yang berbahaya. Kehamilan merupakan proses fisiologis yang akan dialami oleh wanita usia subur yang telah berhubungan seksual. Dengan demikian kehamilan harus disambut dan dipersiapkan sedemikian rupa agar dapat dilalui dengan aman.
Kamis, 14 April 2011
KB Halal atau Haram?
KB atau Keluarga Berencana, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997), adalah: “Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran.”
Kongkritnya, pembatasan kelahiran dilakukan dilakukan dengan cara mencegah kehamilan. Secara umum pencegahan kehamilan itu hukumnya dibolehkan. Asal memenuhi dua persyaratan utama, yaitu masalah motivasi dan tekniknya.
1. Halal Kalau Motivasinya Benar
Motivasi yang melatar-belakanginya bukan karena takut tidak mendapat rezeki. Karena bila motivasinya seperti ini, berarti kita telah kufur kepada salah satu sifat Allah, yaitu Ar-Razzaq. Sifat Allah SWT yang satu ini harus kita imani dalam bentuk kita yakin sepenuhnya bahwa tidak ada satu pun bayi lahir kecuali Allah telah menjamin rezeki untuknya.
Karena itu membunuh bayi karena takut kelaparan dianggap sebagai dosa besar di dalam Al-Quran.
Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. (QS. Al-An’am: 151)
Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.(QS. Al-Isra’: 31)
Motivasi Yang Dibenarkan
Yang dibenarkan adalah mencegah sementara kehamilan untuk mengatur jarak kelahiran itu sendiri. Atau karena alasan medis berdasarkan penelitian para ahli berkaitan dengan keselamatan nyawa manusia bila harus mengandung anak. Dalam kasus tertentu, seorang wanita bila hamil bisa membahayakan nyawanya sendiri atau nyawa anak yang dikandungnya. Dengan demikian maka dharar itu harus ditolak.
2. Halal Kalau Metodenya Dibenarkan Syariah
Metode pencegah kehamilan serta alat-alat yang digunakan haruslah yang sejalan dengan syariat Islam. Ada metode yang secara langsung pernah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW dan para shahabat dan ada juga yang memang diserahkan kepada dunia medis dengan syarat tidak melanggar norma dan etika serta prinsip umum ketentuan Islam.
Contoh metode pencegah kehamilan yang pernah dilakukan di zaman
Rasulullah SAW adalah ‘azl(coitus interruptus).
Dari Jabir berkata:` Kami melakukan `azl di masa Nabi saw sedang
Al-Qur`an turun (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Jabir berkata: `Kami melakukan `azl di masa Rasulullah saw, dan
Rasul mendengarnya tetapi tidak melarangnya` (HR muslim).
Sedangkan metode di zaman ini yang tentunya belum pernah dilakukan di zaman Rasulullah SAW membutuhkan kajian yang mendalam dan melibat para ahli medis dalam menentukan kebolehan atau keharamannya.
Alat-alat Kontrasepsi dan Hukumnya
Sebenarnya di masa ini banyak sekali jenis dan metode dari alat
kontrasepsi ini dalam dunia kedokteran. Sehingga agak sulit bagi kami
untuk membahas semuanya satu persatu. Di sini hanya kami bahas beberapa saja dan sekalian kami lengkapi dengan kesimpulan hukumnya menurut syariat Islam.
1. Pantang Berkala
Metode ini menggunakan masa tidak subur isteri. Sering juga disebut
dengan sistem kalender.
Para dokter sering bilang bahwa ovulasi terjadi 14+2 hari sesudah haidh
atau 14-2 hari sebelum haid yang akan datang. Maka bila pandai
menghitungnya, metode lumayan efektif dan murah serta halal 100%.
Namun perlu juga diingat bahwa ternyata -masih kata dokter- sperma dapat hidup dan membuahi dalam 48 jam setelah ejakulasi. Demikian juga sel telur (ovum), dia dapat hidup 24 jam setelah ovulasi.
Jadi jika kehamilan ingin dicegah, hubungan suami isteri tidak dilakukan
sekurang-kurangnya selama 3 hari (72 jam), yaitu 48 jam sebelum ovulasi dan 24 jam setelah ovulasi terjadi.
Tetapi kelemahan konsep ini adalah dalam implementasinya. Dalam praktek, sukar untuk menetukan saat ovulasi dengan tepat. Hanya sedikit wanita yang mempunyai daur haid teratur, lagi pula dapat terjadi variasi, lebih-lebih sesudah persalinan, dan pada tahun-tahun menjelang menopause.
Dari sisi psikologis, metode ini dalam beberapa kasus oleh sementara
kalangan dianggap memiliki efek psikologis. Bahwa pantang yang terlampau lama dapat menimbulkan frustasi. Selain itu kegagalan metode ini sangat besar kemungkinannya karena sulit untuk menerapkan disiplin kalender ini. Selain juga tidak semua pasangan suami isteri mengetahui dengan pasti cara menghitungnya.
Metode ini jelas dibolehkan dalam Islam asal niatnya benar. Misalnya
untuk mengatur jarak kelahiran dan menjaga kondisi ibu.
2. Metode Spermatisid
Menurut pak dokter, preparat spermatisid terdiri atas 2 komponen yaitu
bahan kimia yang mematikan sperma (biasanya nonilfenoksi polietanol),
dan medium yang dipakai berupa tablet, krim atau agar. Tablet busa atau jelly diletakkan dalam vagina, dekat serviks. Gerakan-gerakan senggama akan menyebarkan busa meliputi serviks, sehingga secara mekanis akan menutupi ostium uteri eksternum dan mencegah masuknya sperma ke dalam kanalis servikalis.
Bila ditilik dari segi proses pencegahannya, salah satu metodenya adalah dengan mematikan sperma selain mencegah masuknya. Ketika metode yang digunakan sekedar mencegah masuknya sperma agar tidak bertemu dengan ovum, para ulama masih membolehkan.
Namun ketika pil tersebut berfungsi juga untuk mematikan atau membunuh sperma, maka banyak para ulama tidak membolehkannya.
Mengapa?
Karena menurut sebagian dari para ulama itu, meski masih dalam bentuk sperma, namun tetap saja harus dihormati dan tidak boleh dimatikan. Meski sebagian ulama lainnya mengatakan bila sprema telah membuahi ovum dan menjadi janin, barulah diharamkan untuk membunuhnya.
Jadi metode ini diharamkan oleh sebagian ulama dan dihalalkan oleh yang lainnya.
3. Metode Menggunakan Kondom
Kata dokter, metode ini punya prinsip menghalangi masuknya sperma ke dalam vagina sejak dipancarkan. Pada dasarnya ada 2 jenis kondom, kondom kulit dan kondom karet. Kondom kulit dibuat dari usus domba. Kondom karet lebih elastis, murah, sehingga lebih banyak dipakai.
Secara pandangan syariah, kondom tidak termasuk membunuh sperma tetapi sekedar menghalangi agar tidak masuk dan bertemu dengan ovum sehingga tidak terjadi pembuahan. Jadi pemakaian ini asal benar motiasinya, tidak ada larangannya.
4. Metode IUD/ Spiral
Alat ini istilahnya adalah Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dan
sering juga disebut IUD, singkatan dari Intra Uterine Device. AKDR biasa dianggap tubuh sebagai benda asing menimbulkan reaksi radang setempat.
AKDR yang dililiti kawat tembaga dalam konsentrasi kecil yang
dikeluarkan dalam rongga uterus selain menimbulkan reaksi radang seperti pada IUD biasa, juga menghambat khasiat anhidrase karbon dan fosfatase alkali.
IUD yang mengeluarkan hormon juga menebalkan lendir serviks sehingga menghalangi pasase sperma.
Secara teknik Insersi, IUD hanya bisa dilakukan oleh tenaga medis dan
paramedis karena harus dipasang di bagian dalam kemaluan wanita.
Dari segi pemasangan, IUD harus melibatkan orang yang pada dasarnya
tidak boleh melihat kemaluan wanita meskipun dokternya wanita. Karena
satu-satunya orang yang berhak untuk melihatnya adalah suaminya dalam
keadaan normal. Sedangkan pemasangan IUD sebenarnya bukanlah hal darurat
yang membolehkan orang lain melihat kemaluan wanita meski sesama wanita.
Selain itu salah satu fungsi IUD adalah membunuh sprema yang masuh
selain berfungsi menghalagi masuknya sprema itu ke dalam rahim.
Beberapa produk IUD saat ini terbuat dari bahan yang tidak kondusif bagi
zygote sehingga bisa membunuhnya dan proses kehamilan tidak terjadi.
Dengan demikian, maka sebagian metode IUD itu telah menyalahi ajaran
syariah Islam karena melakukan pembunuhan atas zygote yang terbentuk
dengan menciptakan ruang yang tidak kondusif kepadanya.
5. Metode Tubektomi/Vasektomi
Tubektomi pada wanita atau vasektomi pada pria ialah setiap tindakan
(pengikatan atau pemotongan) pada kedua saluran telur (tuba fallopi)
wanita atau saluran vas deferens pria yang mengakibatkan pasangan
bersangkutan tidak akan mendapat keturunan lagi.
Kontrasepsi itu hanya dipakai untuk jangka panjang, walaupun
kadang-kadang masih dapat dipulihkan kembali (reversibel).
Para ulama sepakat mengharamkan metode ini, karena pada hakikatnya yang
terjadi adalah pemandulan, meski ada keterangan medis bahwa penggunanya
masih bisa dipulihkan. Namun kenyataan lapangan menunjukkan bahwa para
penggunanya memang tidak bisa lagi memiliki keturunan selamanya. Pada
titik inilah para ulama mengharamkannya.
6. Metode Morning-After Pill
Morning-after pill atau kontrasepsi darurat adalah alat kontrasepsi pil
yang mengandung levonogestrel dosis tinggi, digunakan maksimal 72 jam
setelah senggama. Keamanan pil ini sebenarnya belum pernah diuji pada
wanita, namun FDA (Food and Drug Administration) telah mengizinkan
penggunaannya.
Cara kerja kontrasepsi darurat ini adalah menghambat ovulasi, artinya
sel telur tidak akan dihasilkan. Selain itu dia merubah siklus
menstruasi, memundurkan ovulasi. Dan juga melakukan proses mengiritasi
dinding uterus, sehingga jika dua metode di atas tidak berhasil dan
telah terjadi ovulasi, maka zigot akan mati sebelum zigot tersebut
menempel di dinding uterus. Pada kasus ini pil ini disebut juga
`chemical abortion`.
Khasiat pil ini dalam mencegah kehamilan yang tidak diinginkan mencapai
85%. Di AS kehamilan yang dicegah melalui pil ini mencapai 1, 7 juta
pertahunnya. Di AS pil ini dapat dijumpai di apotek-apotek bahkan di
toilet sekolah di AS. Sedangkan di Indonesia tampaknya belum begitu
populer dengan pil ini. Bahkan dokter pun sangat jarang merekomendasikan
pil ini.
Morning-after pill ini pun bisa dengan mudah disalah-gunakan oleh
pasangan tidak resmi karena cara penggunaannya setelah persetubuhan
terjadi. Di mana pasangan tidak syah bila `kecelakaan` bisa saja
mengkonsumsinya dan kehamilan pun tidak terjadi.
Dalam metodenya ada unsur mematikan zygote apabila penghambatan ovulasi
dan perubahan siklus menstruasi tidak berhasil. Dan sebagaimana telah
dibahas sebelumnya, pembunuhan zygote adalah dilarang.
(dari berbagai sumber)
Kongkritnya, pembatasan kelahiran dilakukan dilakukan dengan cara mencegah kehamilan. Secara umum pencegahan kehamilan itu hukumnya dibolehkan. Asal memenuhi dua persyaratan utama, yaitu masalah motivasi dan tekniknya.
1. Halal Kalau Motivasinya Benar
Motivasi yang melatar-belakanginya bukan karena takut tidak mendapat rezeki. Karena bila motivasinya seperti ini, berarti kita telah kufur kepada salah satu sifat Allah, yaitu Ar-Razzaq. Sifat Allah SWT yang satu ini harus kita imani dalam bentuk kita yakin sepenuhnya bahwa tidak ada satu pun bayi lahir kecuali Allah telah menjamin rezeki untuknya.
Karena itu membunuh bayi karena takut kelaparan dianggap sebagai dosa besar di dalam Al-Quran.
Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. (QS. Al-An’am: 151)
Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.(QS. Al-Isra’: 31)
Motivasi Yang Dibenarkan
Yang dibenarkan adalah mencegah sementara kehamilan untuk mengatur jarak kelahiran itu sendiri. Atau karena alasan medis berdasarkan penelitian para ahli berkaitan dengan keselamatan nyawa manusia bila harus mengandung anak. Dalam kasus tertentu, seorang wanita bila hamil bisa membahayakan nyawanya sendiri atau nyawa anak yang dikandungnya. Dengan demikian maka dharar itu harus ditolak.
2. Halal Kalau Metodenya Dibenarkan Syariah
Metode pencegah kehamilan serta alat-alat yang digunakan haruslah yang sejalan dengan syariat Islam. Ada metode yang secara langsung pernah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW dan para shahabat dan ada juga yang memang diserahkan kepada dunia medis dengan syarat tidak melanggar norma dan etika serta prinsip umum ketentuan Islam.
Contoh metode pencegah kehamilan yang pernah dilakukan di zaman
Rasulullah SAW adalah ‘azl(coitus interruptus).
Dari Jabir berkata:` Kami melakukan `azl di masa Nabi saw sedang
Al-Qur`an turun (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Jabir berkata: `Kami melakukan `azl di masa Rasulullah saw, dan
Rasul mendengarnya tetapi tidak melarangnya` (HR muslim).
Sedangkan metode di zaman ini yang tentunya belum pernah dilakukan di zaman Rasulullah SAW membutuhkan kajian yang mendalam dan melibat para ahli medis dalam menentukan kebolehan atau keharamannya.
Alat-alat Kontrasepsi dan Hukumnya
Sebenarnya di masa ini banyak sekali jenis dan metode dari alat
kontrasepsi ini dalam dunia kedokteran. Sehingga agak sulit bagi kami
untuk membahas semuanya satu persatu. Di sini hanya kami bahas beberapa saja dan sekalian kami lengkapi dengan kesimpulan hukumnya menurut syariat Islam.
1. Pantang Berkala
Metode ini menggunakan masa tidak subur isteri. Sering juga disebut
dengan sistem kalender.
Para dokter sering bilang bahwa ovulasi terjadi 14+2 hari sesudah haidh
atau 14-2 hari sebelum haid yang akan datang. Maka bila pandai
menghitungnya, metode lumayan efektif dan murah serta halal 100%.
Namun perlu juga diingat bahwa ternyata -masih kata dokter- sperma dapat hidup dan membuahi dalam 48 jam setelah ejakulasi. Demikian juga sel telur (ovum), dia dapat hidup 24 jam setelah ovulasi.
Jadi jika kehamilan ingin dicegah, hubungan suami isteri tidak dilakukan
sekurang-kurangnya selama 3 hari (72 jam), yaitu 48 jam sebelum ovulasi dan 24 jam setelah ovulasi terjadi.
Tetapi kelemahan konsep ini adalah dalam implementasinya. Dalam praktek, sukar untuk menetukan saat ovulasi dengan tepat. Hanya sedikit wanita yang mempunyai daur haid teratur, lagi pula dapat terjadi variasi, lebih-lebih sesudah persalinan, dan pada tahun-tahun menjelang menopause.
Dari sisi psikologis, metode ini dalam beberapa kasus oleh sementara
kalangan dianggap memiliki efek psikologis. Bahwa pantang yang terlampau lama dapat menimbulkan frustasi. Selain itu kegagalan metode ini sangat besar kemungkinannya karena sulit untuk menerapkan disiplin kalender ini. Selain juga tidak semua pasangan suami isteri mengetahui dengan pasti cara menghitungnya.
Metode ini jelas dibolehkan dalam Islam asal niatnya benar. Misalnya
untuk mengatur jarak kelahiran dan menjaga kondisi ibu.
2. Metode Spermatisid
Menurut pak dokter, preparat spermatisid terdiri atas 2 komponen yaitu
bahan kimia yang mematikan sperma (biasanya nonilfenoksi polietanol),
dan medium yang dipakai berupa tablet, krim atau agar. Tablet busa atau jelly diletakkan dalam vagina, dekat serviks. Gerakan-gerakan senggama akan menyebarkan busa meliputi serviks, sehingga secara mekanis akan menutupi ostium uteri eksternum dan mencegah masuknya sperma ke dalam kanalis servikalis.
Bila ditilik dari segi proses pencegahannya, salah satu metodenya adalah dengan mematikan sperma selain mencegah masuknya. Ketika metode yang digunakan sekedar mencegah masuknya sperma agar tidak bertemu dengan ovum, para ulama masih membolehkan.
Namun ketika pil tersebut berfungsi juga untuk mematikan atau membunuh sperma, maka banyak para ulama tidak membolehkannya.
Mengapa?
Karena menurut sebagian dari para ulama itu, meski masih dalam bentuk sperma, namun tetap saja harus dihormati dan tidak boleh dimatikan. Meski sebagian ulama lainnya mengatakan bila sprema telah membuahi ovum dan menjadi janin, barulah diharamkan untuk membunuhnya.
Jadi metode ini diharamkan oleh sebagian ulama dan dihalalkan oleh yang lainnya.
3. Metode Menggunakan Kondom
Kata dokter, metode ini punya prinsip menghalangi masuknya sperma ke dalam vagina sejak dipancarkan. Pada dasarnya ada 2 jenis kondom, kondom kulit dan kondom karet. Kondom kulit dibuat dari usus domba. Kondom karet lebih elastis, murah, sehingga lebih banyak dipakai.
Secara pandangan syariah, kondom tidak termasuk membunuh sperma tetapi sekedar menghalangi agar tidak masuk dan bertemu dengan ovum sehingga tidak terjadi pembuahan. Jadi pemakaian ini asal benar motiasinya, tidak ada larangannya.
4. Metode IUD/ Spiral
Alat ini istilahnya adalah Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dan
sering juga disebut IUD, singkatan dari Intra Uterine Device. AKDR biasa dianggap tubuh sebagai benda asing menimbulkan reaksi radang setempat.
AKDR yang dililiti kawat tembaga dalam konsentrasi kecil yang
dikeluarkan dalam rongga uterus selain menimbulkan reaksi radang seperti pada IUD biasa, juga menghambat khasiat anhidrase karbon dan fosfatase alkali.
IUD yang mengeluarkan hormon juga menebalkan lendir serviks sehingga menghalangi pasase sperma.
Secara teknik Insersi, IUD hanya bisa dilakukan oleh tenaga medis dan
paramedis karena harus dipasang di bagian dalam kemaluan wanita.
Dari segi pemasangan, IUD harus melibatkan orang yang pada dasarnya
tidak boleh melihat kemaluan wanita meskipun dokternya wanita. Karena
satu-satunya orang yang berhak untuk melihatnya adalah suaminya dalam
keadaan normal. Sedangkan pemasangan IUD sebenarnya bukanlah hal darurat
yang membolehkan orang lain melihat kemaluan wanita meski sesama wanita.
Selain itu salah satu fungsi IUD adalah membunuh sprema yang masuh
selain berfungsi menghalagi masuknya sprema itu ke dalam rahim.
Beberapa produk IUD saat ini terbuat dari bahan yang tidak kondusif bagi
zygote sehingga bisa membunuhnya dan proses kehamilan tidak terjadi.
Dengan demikian, maka sebagian metode IUD itu telah menyalahi ajaran
syariah Islam karena melakukan pembunuhan atas zygote yang terbentuk
dengan menciptakan ruang yang tidak kondusif kepadanya.
5. Metode Tubektomi/Vasektomi
Tubektomi pada wanita atau vasektomi pada pria ialah setiap tindakan
(pengikatan atau pemotongan) pada kedua saluran telur (tuba fallopi)
wanita atau saluran vas deferens pria yang mengakibatkan pasangan
bersangkutan tidak akan mendapat keturunan lagi.
Kontrasepsi itu hanya dipakai untuk jangka panjang, walaupun
kadang-kadang masih dapat dipulihkan kembali (reversibel).
Para ulama sepakat mengharamkan metode ini, karena pada hakikatnya yang
terjadi adalah pemandulan, meski ada keterangan medis bahwa penggunanya
masih bisa dipulihkan. Namun kenyataan lapangan menunjukkan bahwa para
penggunanya memang tidak bisa lagi memiliki keturunan selamanya. Pada
titik inilah para ulama mengharamkannya.
6. Metode Morning-After Pill
Morning-after pill atau kontrasepsi darurat adalah alat kontrasepsi pil
yang mengandung levonogestrel dosis tinggi, digunakan maksimal 72 jam
setelah senggama. Keamanan pil ini sebenarnya belum pernah diuji pada
wanita, namun FDA (Food and Drug Administration) telah mengizinkan
penggunaannya.
Cara kerja kontrasepsi darurat ini adalah menghambat ovulasi, artinya
sel telur tidak akan dihasilkan. Selain itu dia merubah siklus
menstruasi, memundurkan ovulasi. Dan juga melakukan proses mengiritasi
dinding uterus, sehingga jika dua metode di atas tidak berhasil dan
telah terjadi ovulasi, maka zigot akan mati sebelum zigot tersebut
menempel di dinding uterus. Pada kasus ini pil ini disebut juga
`chemical abortion`.
Khasiat pil ini dalam mencegah kehamilan yang tidak diinginkan mencapai
85%. Di AS kehamilan yang dicegah melalui pil ini mencapai 1, 7 juta
pertahunnya. Di AS pil ini dapat dijumpai di apotek-apotek bahkan di
toilet sekolah di AS. Sedangkan di Indonesia tampaknya belum begitu
populer dengan pil ini. Bahkan dokter pun sangat jarang merekomendasikan
pil ini.
Morning-after pill ini pun bisa dengan mudah disalah-gunakan oleh
pasangan tidak resmi karena cara penggunaannya setelah persetubuhan
terjadi. Di mana pasangan tidak syah bila `kecelakaan` bisa saja
mengkonsumsinya dan kehamilan pun tidak terjadi.
Dalam metodenya ada unsur mematikan zygote apabila penghambatan ovulasi
dan perubahan siklus menstruasi tidak berhasil. Dan sebagaimana telah
dibahas sebelumnya, pembunuhan zygote adalah dilarang.
(dari berbagai sumber)
Selasa, 12 April 2011
INferTilItAs
A.Definisi infertilitas
Infertilitas adalah keadaan dimana pasangan suami isteri selama satu tahun belum memiliki anak walaupun keduanya melakukan hubungan intim secara rutin dan tidak menggunakan kontrasepsi dalam waktu satu tahun. Jadi, infertilitas adalah fungsi satu pasangan yang sanggup menjadikan kehamilan dan kelahiran anak hidup.
Kalau seorang wanita berusia produkstif tidak melahirkan anak setelah tinggal secara terus menerus dengan suami yang secara relatif sehat selama 1-2 tahun ini dinamakan infertilitas wanita. Infertilitas didefinisikan sebagai kegagalan terjadinya kehamilan setelah satu tahun dengan koitus (bersenggama) normal. Patologis penyebab infertilitas bermacam-macam, seperti spasme tuba fallopi (bermacam penyebabnya, termasuk psikogenik) atau obstruksi (kelainan konginetal atau infeksi) serta gangguan getah serviks, malformasi uterus, perkembangan endometrium yang kurang sempurna, hiperprolaktinemia, faktor endokrin yang menyebabkan kegagalan terjadinya menstruasi dan atau ovulasi.
B. Macam – Macam Infertilitas
a. infertilitas primer yaitu keadaan dimana seorang isteri belum pernah memiliki/melahirkan anak dalam keadaan hidup.
b. Infertilitas sekunder yaitu jika seorang isteri pernah melahirkan anak dan namun tidak mampu melahirkan lagi sementara masih dalam masa produktif/belum menopause .
C. Macam-Macam Faktor Penyebab Infertilitas
a. Infertilitas Tidak Sengaja
v Pada Pihak Suami disebabkan oleh :
a) Gangguan spermatogenesis (kerusakan pada sel-sel testis), misal: aspermia, hypospermia, necrospermia.
b) Kelainan mekanis, misal: impotensi, ejakulatio precox, penutupan ductus deferens, hypospadia, phymosis. Infertilitas yang disebabkan oleh pria sekitar 35-40 %.
· Penyebab Umum Ketidaksuburan Pria :
1. Gangguan di Daerah Sebelum Testis (pretesticular)
Gangguan biasanya terjadi pada bagian otak, yaitu hipofisis yang bertugas mengeluarkan hormon FSH dan LH. Kedua hormon tersebut mempengaruhi testis dalam menghasilkan hormon testosteron, akibatnya produksi sperma dapat terganggu. Terapi yang bisa dilakukan adalah dengan terapi hormon.
2.Gangguan di Daerah Testis (testicular)
Kerja testis dapat terganggu bila terkena trauma pukulan, gangguan fisik, atau infeksi. Bisa juga terjadi, selama pubertas testis tidak berkembang dengan baik, sehingga produksi sperma menjadi terganggu.
Dalam proses produksi, testis sebagai “pabrik” sperma membutuhkan suhu yang lebih dingin daripada suhu tubuh, yaitu 34–35 °C, sedangkan suhu tubuh normal 36,5–37,5 °C. Bila suhu tubuh terus-menerus naik 2–3 °C saja, proses pembentukan sperma dapat terganggu. Oleh karena itu, hindari memakai celana dalam atau celana panjang yang ketat. Usahakan tidak mengenakan celana dalam waktu tidur untuk menjaga suhu di bagian tubuh tersebut tetap sejuk. Janganlah merokok, karena penelitian menunjukkan bahwa perokok memiliki jumlah sperma lebih sedikit dibandingkan pria yang tidak merokok. Jangan mengonsumsi alkohol karena dapat mempengaruhi fungsi liver, yang pada gilirannya dapat menyebabkan peningkatan estrogen. Jumlah estrogen yang tinggi dalam tubuh akan mempengaruhi produksi sperma. Usaha lain untuk meningkatkan kualitas dan jumlah sperma adalah mengkonsumsi suplemen alami. Asam amino L-carnitine (ditemukan dalam daging merah dan susu) dan L-arginine (terdapat dalam kacang-kacangan, telur, daging, dan wijen) berkhasiat meningkatkan mutu sperma.
3. Gangguan di Daerah Setelah Testis (posttesticular)
Gangguan terjadi di saluran sperma sehingga sperma tidak dapat disalurkan dengan lancar, biasanya karena salurannya buntu. Penyebabnya bisa jadi bawaan sejak lahir, terkena infeksi penyakit -seperti tuberkulosis (Tb)-, serta vasektomi yang memang disengaja.
4. Gangguan Lain
Gangguan lain yang cukup sering kejadiannya adalah pelebaran pembuluh darah atau varises. Varises pada pembuluh darah yang menyuplai testeis disebut varicocele. Akibatnya, darah kotor yang seharusnya dibawa ke atas untuk dibersihkan, turun lagi dan mengendap di testis. Darah kotor yang mengendap mengandung zat-zat yang melemahkan sperma, seperti adrenalin dan sebagainya.
· Penyebab Lain
1. Kelainan Kekebalan Tubuh
Kekebalan tubuh berguna melawan benda asing atau kuman penyebab infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Janin juga dilindungi dengan kekebalan ini agar berkembang baik. Kekebalan tubuh diperankan oleh antibodi. Antibodi bisa menyerang kuman (benda asing) karena ada antigen pada kuman tersebut. Jadi, antigen berperan sebagai “tanda pengenal” agar kuman dapat dikenali antibodi, baru kemudian antibodi dapat menghancurkannya. Akan tetapi, pada beberapa wanita terdapat kelainan adanya antibodi antisperma, akibatnya antibodi tersebut menghancurkan sperma yang masuk sehingga pembuahan gagal terjadi. Pada beberapa pria, juga terdapat kelainan berupa antibodi yang dimilikinya menyerang sperma karena sperma dianggap sebagai benda asing sehingga sperma menjadi berkualitas jelek alias tidak mampu membuahi sel telur.
Pada dasarnya, wanita tidak memiliki unsur antigen, seperti halnya pada sperma atau komponen plasma semen. Namun, pada saat wanita mulai berhubungan seksual dengan pria, dalam tubuhnya akan terbentuk antibodi antisperma terhadap antigen sperma. Pada tingkat tertentu antibodi masih dapat ditembus oleh sperma yang bagus kualitasnya dan dapat mengakibatkan kehamilan.
2. Infertilitas Sebagai Komplikasi Penyakit Lain
Penyakit-penyakit yang berkomplikasi infertilitas, antara lain: penyakit genetik, kencing manis (diabetes mellitus), penyakit kelenjar gondok, kelainan hormon, dan obesitas (kegemukan).
v Pada Pihak Istri peneyebab infertilitas sebaiknya ditelusuri dari organ luar sampai dengan indung telur.
b) Gangguan ovarium dapat disebabkan oleh faktor usia, adanya tumor pada indung telur dan gangguan lain yang menyebabkan sel telur tidak dapat masak. Sedangkan gangguan hormonal disebabkan oleh bagian dari otak (hipotalamus dan hipofisis) tidak memproduksi hormon-hormon reproduksi seperti FSH dan LH.
c) Kelainan mekanis yang menghambat pembuahan, meliputi kelainan tuba, endometriosis, stenosis canalis cervicalis atau hymen, fluor albus, kelainan rahim.
e) Kelainan rahim diakibatkan kelainan bawaan rahim, bentuknya yang tidak normal maupun ada penyekat. Sekitar 30-40 % pasien dengan endometriosis adalah infertil. Endometriosis yang berat dapat menyebabkan gangguan pada tuba, ovarium dan peritoneum. Infertilitas yang disebabkan oleh pihak istri sekitar 40-50 %, sedangkan penyebab yang tidak jelas kurang lebih 10-20 %..
1. Endometriosis
Endometriosis adalah jaringan endometrium yang semestinya berada di lapisan paling dalam rahim (lapisan endometrium) terletak dan tumbuh di tempat lain. Endometriosis bisa terletak di lapisan tengah dinding rahim (lapisan myometrium) yang disebut juga adenomyosis, atau bisa juga terletak di indung telur, saluran telur, atau bahkan dalam rongga perut. Gejala umum penyakit endometriosis adalah nyeri yang sangat pada daerah panggul terutama pada saat haid dan berhubungan intim, serta -tentu saja-i nfertilitas.
2. Infeksi Panggul
Infeksi panggul adalah suatu kumpulan penyakit pada saluran reproduksi wanita bagian atas, meliputi radang pada rahim, saluran telur, indung telur, atau dinding dalam panggul.
Gejala umum infeksi panggul adalah: nyeri pada daerah pusar ke bawah (pada sisi kanan dan kiri), nyeri pada awal haid, mual, nyeri saat berkemih, demam, dan keputihan dengan cairan yang kental atau berbau. Infeksi panggul memburuk akibat haid, hubungan seksual, aktivitas fisik yang berat, pemeriksaan panggul, dan pemasangan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim, misalnya: spiral
3. Mioma Uteri
Mioma uteri adalah tumor (tumor jinak) atau pembesaran jaringan otot yang ada di rahim. Tergantung dari lokasinya, mioma dapat terletak di lapisan luar, lapisan tengah, atau lapisan dalam rahim. Biasanya mioma uteri yang sering menimbulkan infertilitas adalah mioma uteri yang terletak di lapisan dalam (lapisan endometrium). Mioma uteri biasanya tidak bergejala. Mioma aktif saat wanita dalam usia reproduksi sehingga -saat menopause- mioma uteri akan mengecil atau sembuh.
4. Polip
Polip adalah suatu jaringan yang membesar dan menjulur yang biasanya diakibatkan oleh mioma uteri yang membesar dan teremas-remas oleh kontraksi rahim. Polip dapat menjulur keluar ke vagina. Polip menyebabkan pertemuan sperma-sel telur dan lingkungan uterus terganggu, sehingga bakal janin akan susah tumbuh.
5. Kista
Kista adalah suatu kantong tertutup yang dilapisi oleh selaput (membran) yang tumbuh tidak normal di rongga maupun struktur tubuh manusia.
Terdapat berbagai macam jenis kista, dan pengaruhnya yang berbeda terhadap kesuburan. Hal penting lainnya adalah mengenai ukuran kista. Tidak semua kista harus dioperasi mengingat ukuran juga menjadi standar untuk tindakan operasi. Jenis kista yang paling sering menyebabkan infertilitas adalah sindrom ovarium polikistik. Penyakit tersebut ditandai amenore (tidak haid), hirsutism (pertumbuhan rambut yang berlebihan, dapat terdistribusi normal maupun tidak normal), obesitas, infertilitas, dan pembesaran indung telur. Penyakit ini disebabkan tidak seimbangnya hormon yang mempengaruhi reproduksi wanita.
Terdapat berbagai macam jenis kista, dan pengaruhnya yang berbeda terhadap kesuburan. Hal penting lainnya adalah mengenai ukuran kista. Tidak semua kista harus dioperasi mengingat ukuran juga menjadi standar untuk tindakan operasi. Jenis kista yang paling sering menyebabkan infertilitas adalah sindrom ovarium polikistik. Penyakit tersebut ditandai amenore (tidak haid), hirsutism (pertumbuhan rambut yang berlebihan, dapat terdistribusi normal maupun tidak normal), obesitas, infertilitas, dan pembesaran indung telur. Penyakit ini disebabkan tidak seimbangnya hormon yang mempengaruhi reproduksi wanita.
6. Saluran Telur yang Tersumbat
Saluran telur yang tersumbat menyebabkan sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur sehingga pembuahan tidak terjadi alias tidak terjadi kehamilan. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui saluran telur yang tersumbat adalah dengan HSG (Hystero Salpingo Graphy), yaitu semacam pemeriksaan röntgen (sinar X) untuk melihat rahim dan saluran telur.
7. Sel Telur
Kelainan pada sel telur dapat mengakibatkan infertilitas yang umumnya merupakan manifestasi dari gangguan proses pelepasan sel telur (ovulasi). Delapan puluh persen penyebab gangguan ovulasi adalah sindrom ovarium polikistik. Gangguan ovulasi biasanya direfleksikan dengan gangguan haid. Haid yang normal memiliki siklus antara 26-35 hari, dengan jumlah darah haid 80 cc dan lama haid antara 3-7 hari. Bila haid pada seorang wanita terjadi di luar itu semua, maka sebaiknya beliau memeriksakan diri ke dokter.
b. Infertilitas Disengaja
Disebabkan pasangan suami istri menggunakan alat kontrasepsi baik alami, dengan alat maupun kontrasepsi mantap.
· Syarat-syarat sebelum dilakukan pemeriksaan adalah:
1. Istri dengan usia 20-30 tahun baru diperiksa setelah berusaha mendapatkan anak selama 12 bulan. Pemeriksaan dapat dilakukan lebih dini apabila :
a. Pernah mengalami keguguran berulang
b. Diketahui mengidap kelainan endokrin
c. Pernah mengalami peradangan rongga panggul/rongga perut dan,
d. Pernah mengalami bedah ginekologik.
2. Istri dengan usia 31-35 tahun dapat langsung diperiksa ketika pertama kali datang.
3. Istri pasangan infertil dengan usia 36-40 tahun dilakukan pemeriksaan bila belum mendapat anak dari perkawinan ini.
C.Pengobatan Infertilitas
Usaha- usaha yang Dianjurkan untuk Memperoleh Keturunan
1. Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Terutama dengan banyak-banyak beristigfar.
2. Sabar, optimis, dan komunikasi yang baik antar suami-istri untuk memutuskan suatu terapi.
3. Berperilaku hidup sehat, meliputi:
1) Diet (pola makan) yang sehat
§ Jumlah asupan kalori ditujukan untuk mencapai berat badan ideal.
§ Karbohidrat kompleks merupakan pilihan dan diberikan secara terbagi dan seimbang, sehingga tidak menimbulkan puncak glukosa darah yang tinggi setelah makan.
§ Mengandung sedikit lemak jenuh dan tinggi serat larut.
2) Latihan jasmani
§ Latihan jasmani teratur dapat memperbaiki kendali glukosa darah, serta mempertahankan atau menurunkan berat badan.
F. Pengujian Fisik Infertilitas Pria
1. Analisis Semen
Test infertilitas ini akan dinilai oleh seorang ahli. Ini akan mengukur aspek yang berbeda dari sperma laki-laki, termasuk jumlah sperma, pergerakan sperma, bentuk sperma, dan berbagai faktor lainnya. Secara umum, jika jumlah sperma laki-laki tinggi dan sperma berbentuk normal, maka peluang pria menjadi subur jauh lebih tinggi. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa sekitar 15% dari pria yang subur memiliki banyak sperma berbentuk normal.
Jadi, jika analisis semen pertama di tes infertilitas pria Anda normal, dokter mungkin melakukan tes kedua hanya untuk mengkonfirmasi hasil Anda. Jika kedua tes kembali normal, hal ini biasanya merupakan indikator yang baik bahwa pria tersebut tidak masalah dengan kesuburan.
Sekarang, jika analisis air mani hadir kembali dengan hasil abnormal, dokter Anda akan harus melakukan lebih banyak tes untuk menentukan dengan tepat apa masalahnya. Jika hasil kembali menunjukkan bahwa tidak ada semen sama sekali dalam air mani pria itu, ini benar-benar dapat menjadi hal yang baik. Ini bisa berarti bahwa ada sesuatu yang menghalangi air mani dalam proses ejakulasi. Ini bisa menjadi penemuan yang baik karena mungkin akan mudah diperbaiki melalui operasi.
2. Ujian Fisik
Sebuah pengujian fisik selama tes infertilitas pria dapat mengungkap masalah-masalah seperti varicocoeles atau ketidakseimbangan hormon. Selama pengujian ini ukuran testis akan diukur.
3. Evaluasi Tingkat Hormon
Testosteron adalah hormon yang sangat penting dalam produksi sperma, karena itu, jika tingkat testosteron seorang pria rendah secara abnormal , ini dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk memproduksi sperma. Namun, masalah ini ternyata hanya menjadi penyebab infertilitas pada sekitar 3% kasus melibatkan pria mandul.
4. Evaluasi Genetik
Tes infertilitas pria yang mempertimbangkan genetika dapat menentukan bila ada masalah genetik yang menyebabkan orang menjadi mandul.
G.Penanggulangan Beberapa Masalah Infertilitas
· Air mani yang abnormal
Air mani disebut abnormal kalau pada tiga kali pemeriksaan berturut-turut hasilnya tetap abnormal, Nasehat terbaik bagi pasangan dengan air mani abnormal adalah melakukan senggama berencana pada saat-saat subur istri.
Adapun air mani abnormal yang masih dapat diperbaiki kalau disebabkan oleh varikokel, sumbatan, infeksi. Defisiensi gonadotropin, atau hiperprolaktinemia.
1. Varikokel
Motilitas spermatozoa yang kurang hamper selalu terdapat pada pria dengan varikokel. Menurut Macleod , motilitas spermatozoa yang kurang itu dapat ditemukan pada 90%pria dengan varikokel, sekalipun hormone gonad dan gonadotrupiknya normal. Sejak dubin dan amelar mengumumkan hasil varikokelektomi tidak berhubu8ngan dengan besar kecilnya varikokel, adanya varikokel disertai motilitas spermatozoa yang kurang hamper selalu dianjurkan untuk dioperasi akan mengalami perbaikan dalam motilitas spermatozoa.
2. Sumbatan vas
Pria yang tersumbat vasnya akan mempertunjukkan azoospermia, dengan besar testikel dan kadar FSH yang normal. Operasi vasoepididimistomi belum memuaskan hasilnya. Walaupun 90% dari ejakulatnya mengandung spermatozoa, akan tetapi angka kehamilannya berkisar sekitar 5-30%.
3. Infeksi
Infeksi akut traktus genitalis dapat menyumbat vas atau merusak jaringan testis sehingga pria yang bersangkutan menjadi steril. Akan tetapi, infeksi yang menahun mungkin hanya menurunkan kualitas spermatozoa, dan masih dapat diperbaiki menjadi seperti semula dengan pengobatan. Air mani yang selalu mengandung banyak lekosit, apalagi kalau diserta gejala disuria, nyeri pada waktu ejakulasi, nyeri punggung bagian bawah, patut diduga karena infeksi menahun traktus genitalis. Antibiotika yang terbaik adalah yang akan terkumpul dalam traktus genitalis dengan jumlah besar, seperti eritromisin, dimetilklortetrasiklin, karena dapat menghambat spermatogenesis.
4. Defisiensi gonadotropin
Walaupun penyebab infertilitas ini jarang sekali terjadi, akan tetapi sangat penting untuk diketahui ada tidaknya penyebab ini, karena pengobatannya dengan gonadotropin dapat mengembalikan fertilitasnya. Pria dengan defisiensi gonadotropin bawaan sering kali mengalami pubertas yang lambat, yang biasanya pernah mendapat pengobatan dengan testosteron. Kalau sudah diobati sebelumnya, tanda-tanda seks sekundernya biasanya jelas tampak . kalau belum pernah mendapat pengobatan, air maninya biasanya azoospermia dengan volum yang rendah.
5. Hiperprolaktinemia
Hubungan hiperprolaktinemia sebagai penyebab infertilitas pada pria atau wanita telah diuraikan di bagian lain. Hiperprolaktinemia pada pria dapat mengakibatkan impotensi, testikel yang mengecil, dan kadang-kadang galaktorea. Analisis air mani biasanya normal atau sedikit berkurang. Akan tetapi segal, et al . dan saidi, et al . melaporkanj adanya hubungan hiperprolaktinemia dengan oligospermia, yang kalau diobati dengan dopamin agonis 2-bromo-alfa-ergo-kriptin dapat memperbaiki spermatogenesisnya.
· Uji pascasanggama yang abnormal
Sebagianbesar uji pascanggama yang abnormal disebabkan oleh saat pemeriksaan yang tidak tepat, baik terlampau dini maupun terlampau lambat dalam siklus haid. Seoarang wanita yang fertil, terdapat kesempat 2 hari saja untuk melakukan uji pascasanggama yang tepat, pada tengah siklus haid. Penyebab lain uji pascasanggama yang abnormal adalah air mani yang abnormal, seperti azoospermia, oligospermia, kelainan morfologi spermatozoa yang tinggi. Hasil uji penetrasi spermatozoa in vitro baik, maka uji pascasanggama mengacu pada kontak antara air mani dan lender servik.
· Mioma uteri
Disamping ada istri yang dapat hamil dan melahirkan seperti boasa dengan mioma uteri, ada istri yang tidak dapat hamil dan satu – satunya kelainan yang dapat ditemukan adalah mioma uteri. Disebabkan oleh tekanan pada tuba, distorsia atau elongsi kavum uteri, iritasi miometrium atau torsi oleh mioma yang berantai. Mekanisme 50% istri dilakukan miomektomi dapat menjadi hamil membuktikan mioma uteri sebabnya. Membutuhkan waktu sekitar 18 bulan. Miomektomi yang terpaksa sampai menembus kavum uteri, maka harus dilakukan seksio sesarea.
· Maslah tuba yang tersumbat
Infertilitas ada hubungannya dengan masalah tuba yang tersumbat, maka pengobatan sedikit membawah hasil. Istri dengan riwayat infeksi pelvic yang berulang dapat dicoba pemberian antibiotic dalm jangka panjang.pemberian anribiotik secukupny selang waktu 1 bulan selama 6 – 12 bulan dapat memungkinkan potensi tuba daripada orng tanpa pengobatan. Endometriosis tuba dapat diobati denga pil KB, progesteron yang diberikan selang – seling. Penyembuhan endometriosis akan meninggalkan parut yang dapat menyumbat tuba, maka diperlukan pembedahan untuk mengatsinya.
Prosedur umum bedah tuba
Pasien dibaringkan dalam sikap litotomi. Pemasangan tampaon vagina sedapat mungkin mendorong uterus dan akneksanya sedekat mungkin kedinding perut, sehingga memudahakan pembedahan. Setelah rongga perut terbuka ;penting untuk menghindarkan kerusakan pada tuba dan permukaan peritoneum dengan jalan pengisi rongga perut fisiologi, irigasi pembedahan terus menerus, melindung alat yang tidak dibedah dengan plastic. Untuk bedah tuba sebaiknya dipakai benang nilon yang tidak diabsorbsi 4 – 0, 6 – 0 atau 8 -0. Hemostasis sebaiknya dilakukan dengan diatermi bipolar.
Pemeriksaan laparaskopis untuk menyakinkan potensi tuba layak ditawarkan kepada pasien, karena kalau terdapat pelekatan sedikit, dengan mudah dilepaskan melalui laparaskopi. Kalau kalau pasien laparaskopi, dapat dianjurkan pemeriksaan histerosalpingografi.
Setelah luka bedah sembuh dan haid sudah dating, pasien dianjurkan senggama seperti biasa.
I
A.Definisi infertilitas
Infertilitas adalah keadaan dimana pasangan suami isteri selama satu tahun belum memiliki anak walaupun keduanya melakukan hubungan intim secara rutin dan tidak menggunakan kontrasepsi dalam waktu satu tahun. Jadi, infertilitas adalah fungsi satu pasangan yang sanggup menjadikan kehamilan dan kelahiran anak hidup.
Kalau seorang wanita berusia produkstif tidak melahirkan anak setelah tinggal secara terus menerus dengan suami yang secara relatif sehat selama 1-2 tahun ini dinamakan infertilitas wanita. Infertilitas didefinisikan sebagai kegagalan terjadinya kehamilan setelah satu tahun dengan koitus (bersenggama) normal. Patologis penyebab infertilitas bermacam-macam, seperti spasme tuba fallopi (bermacam penyebabnya, termasuk psikogenik) atau obstruksi (kelainan konginetal atau infeksi) serta gangguan getah serviks, malformasi uterus, perkembangan endometrium yang kurang sempurna, hiperprolaktinemia, faktor endokrin yang menyebabkan kegagalan terjadinya menstruasi dan atau ovulasi.
B. Macam – Macam Infertilitas
a. infertilitas primer yaitu keadaan dimana seorang isteri belum pernah memiliki/melahirkan anak dalam keadaan hidup.
b. Infertilitas sekunder yaitu jika seorang isteri pernah melahirkan anak dan namun tidak mampu melahirkan lagi sementara masih dalam masa produktif/belum menopause .
C. Macam-Macam Faktor Penyebab Infertilitas
a. Infertilitas Tidak Sengaja
v Pada Pihak Suami disebabkan oleh :
a) Gangguan spermatogenesis (kerusakan pada sel-sel testis), misal: aspermia, hypospermia, necrospermia.
b) Kelainan mekanis, misal: impotensi, ejakulatio precox, penutupan ductus deferens, hypospadia, phymosis. Infertilitas yang disebabkan oleh pria sekitar 35-40 %.
· Penyebab Umum Ketidaksuburan Pria :
1. Gangguan di Daerah Sebelum Testis (pretesticular)
Gangguan biasanya terjadi pada bagian otak, yaitu hipofisis yang bertugas mengeluarkan hormon FSH dan LH. Kedua hormon tersebut mempengaruhi testis dalam menghasilkan hormon testosteron, akibatnya produksi sperma dapat terganggu. Terapi yang bisa dilakukan adalah dengan terapi hormon.
2.Gangguan di Daerah Testis (testicular)
Kerja testis dapat terganggu bila terkena trauma pukulan, gangguan fisik, atau infeksi. Bisa juga terjadi, selama pubertas testis tidak berkembang dengan baik, sehingga produksi sperma menjadi terganggu.
Dalam proses produksi, testis sebagai “pabrik” sperma membutuhkan suhu yang lebih dingin daripada suhu tubuh, yaitu 34–35 °C, sedangkan suhu tubuh normal 36,5–37,5 °C. Bila suhu tubuh terus-menerus naik 2–3 °C saja, proses pembentukan sperma dapat terganggu. Oleh karena itu, hindari memakai celana dalam atau celana panjang yang ketat. Usahakan tidak mengenakan celana dalam waktu tidur untuk menjaga suhu di bagian tubuh tersebut tetap sejuk. Janganlah merokok, karena penelitian menunjukkan bahwa perokok memiliki jumlah sperma lebih sedikit dibandingkan pria yang tidak merokok. Jangan mengonsumsi alkohol karena dapat mempengaruhi fungsi liver, yang pada gilirannya dapat menyebabkan peningkatan estrogen. Jumlah estrogen yang tinggi dalam tubuh akan mempengaruhi produksi sperma. Usaha lain untuk meningkatkan kualitas dan jumlah sperma adalah mengkonsumsi suplemen alami. Asam amino L-carnitine (ditemukan dalam daging merah dan susu) dan L-arginine (terdapat dalam kacang-kacangan, telur, daging, dan wijen) berkhasiat meningkatkan mutu sperma.
3. Gangguan di Daerah Setelah Testis (posttesticular)
Gangguan terjadi di saluran sperma sehingga sperma tidak dapat disalurkan dengan lancar, biasanya karena salurannya buntu. Penyebabnya bisa jadi bawaan sejak lahir, terkena infeksi penyakit -seperti tuberkulosis (Tb)-, serta vasektomi yang memang disengaja.
4. Gangguan Lain
Gangguan lain yang cukup sering kejadiannya adalah pelebaran pembuluh darah atau varises. Varises pada pembuluh darah yang menyuplai testeis disebut varicocele. Akibatnya, darah kotor yang seharusnya dibawa ke atas untuk dibersihkan, turun lagi dan mengendap di testis. Darah kotor yang mengendap mengandung zat-zat yang melemahkan sperma, seperti adrenalin dan sebagainya.
· Penyebab Lain
1. Kelainan Kekebalan Tubuh
Kekebalan tubuh berguna melawan benda asing atau kuman penyebab infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Janin juga dilindungi dengan kekebalan ini agar berkembang baik. Kekebalan tubuh diperankan oleh antibodi. Antibodi bisa menyerang kuman (benda asing) karena ada antigen pada kuman tersebut. Jadi, antigen berperan sebagai “tanda pengenal” agar kuman dapat dikenali antibodi, baru kemudian antibodi dapat menghancurkannya. Akan tetapi, pada beberapa wanita terdapat kelainan adanya antibodi antisperma, akibatnya antibodi tersebut menghancurkan sperma yang masuk sehingga pembuahan gagal terjadi. Pada beberapa pria, juga terdapat kelainan berupa antibodi yang dimilikinya menyerang sperma karena sperma dianggap sebagai benda asing sehingga sperma menjadi berkualitas jelek alias tidak mampu membuahi sel telur.
Pada dasarnya, wanita tidak memiliki unsur antigen, seperti halnya pada sperma atau komponen plasma semen. Namun, pada saat wanita mulai berhubungan seksual dengan pria, dalam tubuhnya akan terbentuk antibodi antisperma terhadap antigen sperma. Pada tingkat tertentu antibodi masih dapat ditembus oleh sperma yang bagus kualitasnya dan dapat mengakibatkan kehamilan.
2. Infertilitas Sebagai Komplikasi Penyakit Lain
Penyakit-penyakit yang berkomplikasi infertilitas, antara lain: penyakit genetik, kencing manis (diabetes mellitus), penyakit kelenjar gondok, kelainan hormon, dan obesitas (kegemukan).
v Pada Pihak Istri peneyebab infertilitas sebaiknya ditelusuri dari organ luar sampai dengan indung telur.
b) Gangguan ovarium dapat disebabkan oleh faktor usia, adanya tumor pada indung telur dan gangguan lain yang menyebabkan sel telur tidak dapat masak. Sedangkan gangguan hormonal disebabkan oleh bagian dari otak (hipotalamus dan hipofisis) tidak memproduksi hormon-hormon reproduksi seperti FSH dan LH.
c) Kelainan mekanis yang menghambat pembuahan, meliputi kelainan tuba, endometriosis, stenosis canalis cervicalis atau hymen, fluor albus, kelainan rahim.
e) Kelainan rahim diakibatkan kelainan bawaan rahim, bentuknya yang tidak normal maupun ada penyekat. Sekitar 30-40 % pasien dengan endometriosis adalah infertil. Endometriosis yang berat dapat menyebabkan gangguan pada tuba, ovarium dan peritoneum. Infertilitas yang disebabkan oleh pihak istri sekitar 40-50 %, sedangkan penyebab yang tidak jelas kurang lebih 10-20 %..
1. Endometriosis
Endometriosis adalah jaringan endometrium yang semestinya berada di lapisan paling dalam rahim (lapisan endometrium) terletak dan tumbuh di tempat lain. Endometriosis bisa terletak di lapisan tengah dinding rahim (lapisan myometrium) yang disebut juga adenomyosis, atau bisa juga terletak di indung telur, saluran telur, atau bahkan dalam rongga perut. Gejala umum penyakit endometriosis adalah nyeri yang sangat pada daerah panggul terutama pada saat haid dan berhubungan intim, serta -tentu saja-i nfertilitas.
2. Infeksi Panggul
Infeksi panggul adalah suatu kumpulan penyakit pada saluran reproduksi wanita bagian atas, meliputi radang pada rahim, saluran telur, indung telur, atau dinding dalam panggul.
Gejala umum infeksi panggul adalah: nyeri pada daerah pusar ke bawah (pada sisi kanan dan kiri), nyeri pada awal haid, mual, nyeri saat berkemih, demam, dan keputihan dengan cairan yang kental atau berbau. Infeksi panggul memburuk akibat haid, hubungan seksual, aktivitas fisik yang berat, pemeriksaan panggul, dan pemasangan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim, misalnya: spiral
3. Mioma Uteri
Mioma uteri adalah tumor (tumor jinak) atau pembesaran jaringan otot yang ada di rahim. Tergantung dari lokasinya, mioma dapat terletak di lapisan luar, lapisan tengah, atau lapisan dalam rahim. Biasanya mioma uteri yang sering menimbulkan infertilitas adalah mioma uteri yang terletak di lapisan dalam (lapisan endometrium). Mioma uteri biasanya tidak bergejala. Mioma aktif saat wanita dalam usia reproduksi sehingga -saat menopause- mioma uteri akan mengecil atau sembuh.
4. Polip
Polip adalah suatu jaringan yang membesar dan menjulur yang biasanya diakibatkan oleh mioma uteri yang membesar dan teremas-remas oleh kontraksi rahim. Polip dapat menjulur keluar ke vagina. Polip menyebabkan pertemuan sperma-sel telur dan lingkungan uterus terganggu, sehingga bakal janin akan susah tumbuh.
5. Kista
Kista adalah suatu kantong tertutup yang dilapisi oleh selaput (membran) yang tumbuh tidak normal di rongga maupun struktur tubuh manusia.
Terdapat berbagai macam jenis kista, dan pengaruhnya yang berbeda terhadap kesuburan. Hal penting lainnya adalah mengenai ukuran kista. Tidak semua kista harus dioperasi mengingat ukuran juga menjadi standar untuk tindakan operasi. Jenis kista yang paling sering menyebabkan infertilitas adalah sindrom ovarium polikistik. Penyakit tersebut ditandai amenore (tidak haid), hirsutism (pertumbuhan rambut yang berlebihan, dapat terdistribusi normal maupun tidak normal), obesitas, infertilitas, dan pembesaran indung telur. Penyakit ini disebabkan tidak seimbangnya hormon yang mempengaruhi reproduksi wanita.
Terdapat berbagai macam jenis kista, dan pengaruhnya yang berbeda terhadap kesuburan. Hal penting lainnya adalah mengenai ukuran kista. Tidak semua kista harus dioperasi mengingat ukuran juga menjadi standar untuk tindakan operasi. Jenis kista yang paling sering menyebabkan infertilitas adalah sindrom ovarium polikistik. Penyakit tersebut ditandai amenore (tidak haid), hirsutism (pertumbuhan rambut yang berlebihan, dapat terdistribusi normal maupun tidak normal), obesitas, infertilitas, dan pembesaran indung telur. Penyakit ini disebabkan tidak seimbangnya hormon yang mempengaruhi reproduksi wanita.
6. Saluran Telur yang Tersumbat
Saluran telur yang tersumbat menyebabkan sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur sehingga pembuahan tidak terjadi alias tidak terjadi kehamilan. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui saluran telur yang tersumbat adalah dengan HSG (Hystero Salpingo Graphy), yaitu semacam pemeriksaan röntgen (sinar X) untuk melihat rahim dan saluran telur.
7. Sel Telur
Kelainan pada sel telur dapat mengakibatkan infertilitas yang umumnya merupakan manifestasi dari gangguan proses pelepasan sel telur (ovulasi). Delapan puluh persen penyebab gangguan ovulasi adalah sindrom ovarium polikistik. Gangguan ovulasi biasanya direfleksikan dengan gangguan haid. Haid yang normal memiliki siklus antara 26-35 hari, dengan jumlah darah haid 80 cc dan lama haid antara 3-7 hari. Bila haid pada seorang wanita terjadi di luar itu semua, maka sebaiknya beliau memeriksakan diri ke dokter.
b. Infertilitas Disengaja
Disebabkan pasangan suami istri menggunakan alat kontrasepsi baik alami, dengan alat maupun kontrasepsi mantap.
· Syarat-syarat sebelum dilakukan pemeriksaan adalah:
1. Istri dengan usia 20-30 tahun baru diperiksa setelah berusaha mendapatkan anak selama 12 bulan. Pemeriksaan dapat dilakukan lebih dini apabila :
a. Pernah mengalami keguguran berulang
b. Diketahui mengidap kelainan endokrin
c. Pernah mengalami peradangan rongga panggul/rongga perut dan,
d. Pernah mengalami bedah ginekologik.
2. Istri dengan usia 31-35 tahun dapat langsung diperiksa ketika pertama kali datang.
3. Istri pasangan infertil dengan usia 36-40 tahun dilakukan pemeriksaan bila belum mendapat anak dari perkawinan ini.
C.Pengobatan Infertilitas
Usaha- usaha yang Dianjurkan untuk Memperoleh Keturunan
1. Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Terutama dengan banyak-banyak beristigfar.
2. Sabar, optimis, dan komunikasi yang baik antar suami-istri untuk memutuskan suatu terapi.
3. Berperilaku hidup sehat, meliputi:
1) Diet (pola makan) yang sehat
§ Jumlah asupan kalori ditujukan untuk mencapai berat badan ideal.
§ Karbohidrat kompleks merupakan pilihan dan diberikan secara terbagi dan seimbang, sehingga tidak menimbulkan puncak glukosa darah yang tinggi setelah makan.
§ Mengandung sedikit lemak jenuh dan tinggi serat larut.
2) Latihan jasmani
§ Latihan jasmani teratur dapat memperbaiki kendali glukosa darah, serta mempertahankan atau menurunkan berat badan.
F. Pengujian Fisik Infertilitas Pria
1. Analisis Semen
Test infertilitas ini akan dinilai oleh seorang ahli. Ini akan mengukur aspek yang berbeda dari sperma laki-laki, termasuk jumlah sperma, pergerakan sperma, bentuk sperma, dan berbagai faktor lainnya. Secara umum, jika jumlah sperma laki-laki tinggi dan sperma berbentuk normal, maka peluang pria menjadi subur jauh lebih tinggi. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa sekitar 15% dari pria yang subur memiliki banyak sperma berbentuk normal.
Jadi, jika analisis semen pertama di tes infertilitas pria Anda normal, dokter mungkin melakukan tes kedua hanya untuk mengkonfirmasi hasil Anda. Jika kedua tes kembali normal, hal ini biasanya merupakan indikator yang baik bahwa pria tersebut tidak masalah dengan kesuburan.
Sekarang, jika analisis air mani hadir kembali dengan hasil abnormal, dokter Anda akan harus melakukan lebih banyak tes untuk menentukan dengan tepat apa masalahnya. Jika hasil kembali menunjukkan bahwa tidak ada semen sama sekali dalam air mani pria itu, ini benar-benar dapat menjadi hal yang baik. Ini bisa berarti bahwa ada sesuatu yang menghalangi air mani dalam proses ejakulasi. Ini bisa menjadi penemuan yang baik karena mungkin akan mudah diperbaiki melalui operasi.
2. Ujian Fisik
Sebuah pengujian fisik selama tes infertilitas pria dapat mengungkap masalah-masalah seperti varicocoeles atau ketidakseimbangan hormon. Selama pengujian ini ukuran testis akan diukur.
3. Evaluasi Tingkat Hormon
Testosteron adalah hormon yang sangat penting dalam produksi sperma, karena itu, jika tingkat testosteron seorang pria rendah secara abnormal , ini dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk memproduksi sperma. Namun, masalah ini ternyata hanya menjadi penyebab infertilitas pada sekitar 3% kasus melibatkan pria mandul.
4. Evaluasi Genetik
Tes infertilitas pria yang mempertimbangkan genetika dapat menentukan bila ada masalah genetik yang menyebabkan orang menjadi mandul.
G.Penanggulangan Beberapa Masalah Infertilitas
· Air mani yang abnormal
Air mani disebut abnormal kalau pada tiga kali pemeriksaan berturut-turut hasilnya tetap abnormal, Nasehat terbaik bagi pasangan dengan air mani abnormal adalah melakukan senggama berencana pada saat-saat subur istri.
Adapun air mani abnormal yang masih dapat diperbaiki kalau disebabkan oleh varikokel, sumbatan, infeksi. Defisiensi gonadotropin, atau hiperprolaktinemia.
1. Varikokel
Motilitas spermatozoa yang kurang hamper selalu terdapat pada pria dengan varikokel. Menurut Macleod , motilitas spermatozoa yang kurang itu dapat ditemukan pada 90%pria dengan varikokel, sekalipun hormone gonad dan gonadotrupiknya normal. Sejak dubin dan amelar mengumumkan hasil varikokelektomi tidak berhubu8ngan dengan besar kecilnya varikokel, adanya varikokel disertai motilitas spermatozoa yang kurang hamper selalu dianjurkan untuk dioperasi akan mengalami perbaikan dalam motilitas spermatozoa.
2. Sumbatan vas
Pria yang tersumbat vasnya akan mempertunjukkan azoospermia, dengan besar testikel dan kadar FSH yang normal. Operasi vasoepididimistomi belum memuaskan hasilnya. Walaupun 90% dari ejakulatnya mengandung spermatozoa, akan tetapi angka kehamilannya berkisar sekitar 5-30%.
3. Infeksi
Infeksi akut traktus genitalis dapat menyumbat vas atau merusak jaringan testis sehingga pria yang bersangkutan menjadi steril. Akan tetapi, infeksi yang menahun mungkin hanya menurunkan kualitas spermatozoa, dan masih dapat diperbaiki menjadi seperti semula dengan pengobatan. Air mani yang selalu mengandung banyak lekosit, apalagi kalau diserta gejala disuria, nyeri pada waktu ejakulasi, nyeri punggung bagian bawah, patut diduga karena infeksi menahun traktus genitalis. Antibiotika yang terbaik adalah yang akan terkumpul dalam traktus genitalis dengan jumlah besar, seperti eritromisin, dimetilklortetrasiklin, karena dapat menghambat spermatogenesis.
4. Defisiensi gonadotropin
Walaupun penyebab infertilitas ini jarang sekali terjadi, akan tetapi sangat penting untuk diketahui ada tidaknya penyebab ini, karena pengobatannya dengan gonadotropin dapat mengembalikan fertilitasnya. Pria dengan defisiensi gonadotropin bawaan sering kali mengalami pubertas yang lambat, yang biasanya pernah mendapat pengobatan dengan testosteron. Kalau sudah diobati sebelumnya, tanda-tanda seks sekundernya biasanya jelas tampak . kalau belum pernah mendapat pengobatan, air maninya biasanya azoospermia dengan volum yang rendah.
5. Hiperprolaktinemia
Hubungan hiperprolaktinemia sebagai penyebab infertilitas pada pria atau wanita telah diuraikan di bagian lain. Hiperprolaktinemia pada pria dapat mengakibatkan impotensi, testikel yang mengecil, dan kadang-kadang galaktorea. Analisis air mani biasanya normal atau sedikit berkurang. Akan tetapi segal, et al . dan saidi, et al . melaporkanj adanya hubungan hiperprolaktinemia dengan oligospermia, yang kalau diobati dengan dopamin agonis 2-bromo-alfa-ergo-kriptin dapat memperbaiki spermatogenesisnya.
· Uji pascasanggama yang abnormal
Sebagianbesar uji pascanggama yang abnormal disebabkan oleh saat pemeriksaan yang tidak tepat, baik terlampau dini maupun terlampau lambat dalam siklus haid. Seoarang wanita yang fertil, terdapat kesempat 2 hari saja untuk melakukan uji pascasanggama yang tepat, pada tengah siklus haid. Penyebab lain uji pascasanggama yang abnormal adalah air mani yang abnormal, seperti azoospermia, oligospermia, kelainan morfologi spermatozoa yang tinggi. Hasil uji penetrasi spermatozoa in vitro baik, maka uji pascasanggama mengacu pada kontak antara air mani dan lender servik.
· Mioma uteri
Disamping ada istri yang dapat hamil dan melahirkan seperti boasa dengan mioma uteri, ada istri yang tidak dapat hamil dan satu – satunya kelainan yang dapat ditemukan adalah mioma uteri. Disebabkan oleh tekanan pada tuba, distorsia atau elongsi kavum uteri, iritasi miometrium atau torsi oleh mioma yang berantai. Mekanisme 50% istri dilakukan miomektomi dapat menjadi hamil membuktikan mioma uteri sebabnya. Membutuhkan waktu sekitar 18 bulan. Miomektomi yang terpaksa sampai menembus kavum uteri, maka harus dilakukan seksio sesarea.
· Maslah tuba yang tersumbat
Infertilitas ada hubungannya dengan masalah tuba yang tersumbat, maka pengobatan sedikit membawah hasil. Istri dengan riwayat infeksi pelvic yang berulang dapat dicoba pemberian antibiotic dalm jangka panjang.pemberian anribiotik secukupny selang waktu 1 bulan selama 6 – 12 bulan dapat memungkinkan potensi tuba daripada orng tanpa pengobatan. Endometriosis tuba dapat diobati denga pil KB, progesteron yang diberikan selang – seling. Penyembuhan endometriosis akan meninggalkan parut yang dapat menyumbat tuba, maka diperlukan pembedahan untuk mengatsinya.
Prosedur umum bedah tuba
Pasien dibaringkan dalam sikap litotomi. Pemasangan tampaon vagina sedapat mungkin mendorong uterus dan akneksanya sedekat mungkin kedinding perut, sehingga memudahakan pembedahan. Setelah rongga perut terbuka ;penting untuk menghindarkan kerusakan pada tuba dan permukaan peritoneum dengan jalan pengisi rongga perut fisiologi, irigasi pembedahan terus menerus, melindung alat yang tidak dibedah dengan plastic. Untuk bedah tuba sebaiknya dipakai benang nilon yang tidak diabsorbsi 4 – 0, 6 – 0 atau 8 -0. Hemostasis sebaiknya dilakukan dengan diatermi bipolar.
Pemeriksaan laparaskopis untuk menyakinkan potensi tuba layak ditawarkan kepada pasien, karena kalau terdapat pelekatan sedikit, dengan mudah dilepaskan melalui laparaskopi. Kalau kalau pasien laparaskopi, dapat dianjurkan pemeriksaan histerosalpingografi.
Setelah luka bedah sembuh dan haid sudah dating, pasien dianjurkan senggama seperti biasa.
