Pages

Rabu, 04 Januari 2012

Infertilitas



A.Definisi infertilitas
Infertilitas  adalah keadaan dimana pasangan suami isteri selama satu tahun belum memiliki anak walaupun keduanya melakukan hubungan intim secara rutin dan tidak menggunakan kontrasepsi  dalam waktu satu tahun. Jadi, infertilitas adalah fungsi satu pasangan yang sanggup menjadikan kehamilan dan kelahiran anak hidup.
Kalau seorang wanita berusia produkstif tidak melahirkan anak setelah tinggal secara terus menerus dengan suami yang secara relatif sehat selama 1-2 tahun ini dinamakan infertilitas wanita. Infertilitas didefinisikan sebagai kegagalan terjadinya kehamilan setelah satu tahun dengan koitus (bersenggama) normal. Patologis penyebab infertilitas bermacam-macam, seperti spasme tuba fallopi (bermacam penyebabnya, termasuk psikogenik) atau obstruksi (kelainan konginetal atau infeksi) serta gangguan getah serviks, malformasi uterus, perkembangan endometrium yang kurang sempurna, hiperprolaktinemia, faktor endokrin yang menyebabkan kegagalan terjadinya menstruasi dan atau ovulasi.
B.  Macam – Macam Infertilitas

a.    infertilitas primer yaitu keadaan dimana seorang isteri belum pernah memiliki/melahirkan anak dalam keadaan hidup.
b.    Infertilitas sekunder yaitu jika seorang isteri pernah melahirkan anak dan namun tidak mampu melahirkan  lagi sementara masih dalam masa produktif/belum menopause .
C.  Macam-Macam Faktor Penyebab Infertilitas
a.      Infertilitas Tidak Sengaja

v  Pada Pihak Suami disebabkan oleh :
a)      Gangguan spermatogenesis (kerusakan pada sel-sel testis), misal: aspermia, hypospermia, necrospermia.
b)     Kelainan mekanis, misal: impotensi, ejakulatio precox, penutupan ductus deferens, hypospadia, phymosis. Infertilitas yang disebabkan oleh pria sekitar 35-40 %.

·         Penyebab Umum Ketidaksuburan Pria :

1.        Gangguan di Daerah Sebelum Testis (pretesticular)

Gangguan biasanya terjadi pada bagian otak, yaitu hipofisis yang bertugas mengeluarkan hormon FSH dan LH. Kedua hormon tersebut mempengaruhi testis dalam menghasilkan hormon testosteron, akibatnya produksi sperma dapat terganggu. Terapi yang bisa dilakukan adalah dengan terapi hormon.
2.Gangguan di Daerah Testis (testicular)
Kerja testis dapat terganggu bila terkena trauma pukulan, gangguan fisik, atau infeksi. Bisa juga terjadi, selama pubertas testis tidak berkembang dengan baik, sehingga produksi sperma menjadi terganggu.
Dalam proses produksi, testis sebagai “pabrik” sperma membutuhkan suhu yang lebih dingin daripada suhu tubuh, yaitu 34–35 °C, sedangkan suhu tubuh normal 36,5–37,5 °C. Bila suhu tubuh terus-menerus naik 2–3 °C saja, proses pembentukan sperma dapat terganggu. Oleh karena itu, hindari memakai celana dalam atau celana panjang yang ketat. Usahakan tidak mengenakan celana dalam waktu tidur untuk menjaga suhu di bagian tubuh tersebut tetap sejuk. Janganlah merokok, karena penelitian menunjukkan bahwa perokok memiliki jumlah sperma lebih sedikit dibandingkan pria yang tidak merokok. Jangan mengonsumsi alkohol karena dapat mempengaruhi fungsi liver, yang pada gilirannya dapat menyebabkan peningkatan estrogen. Jumlah estrogen yang tinggi dalam tubuh akan mempengaruhi produksi sperma. Usaha lain untuk meningkatkan kualitas dan jumlah sperma adalah mengkonsumsi suplemen alami. Asam amino L-carnitine (ditemukan dalam daging merah dan susu) dan L-arginine (terdapat dalam kacang-kacangan, telur, daging, dan wijen) berkhasiat meningkatkan mutu sperma.
3. Gangguan di Daerah Setelah Testis (posttesticular)
Gangguan terjadi di saluran sperma sehingga sperma tidak dapat disalurkan dengan lancar, biasanya karena salurannya buntu. Penyebabnya bisa jadi bawaan sejak lahir, terkena infeksi penyakit -seperti tuberkulosis (Tb)-, serta vasektomi yang memang disengaja.

4. Gangguan Lain
Gangguan lain yang cukup sering kejadiannya adalah pelebaran pembuluh darah atau varises. Varises pada pembuluh darah yang menyuplai testeis disebut varicocele. Akibatnya, darah kotor yang seharusnya dibawa ke atas untuk dibersihkan, turun lagi dan mengendap di testis. Darah kotor yang mengendap mengandung zat-zat yang melemahkan sperma, seperti adrenalin dan sebagainya.
·         Penyebab Lain
1. Kelainan Kekebalan Tubuh
Kekebalan tubuh berguna melawan benda asing atau kuman penyebab infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Janin juga dilindungi dengan kekebalan ini agar berkembang baik. Kekebalan tubuh diperankan oleh antibodi. Antibodi bisa menyerang kuman (benda asing) karena ada antigen pada kuman tersebut. Jadi, antigen berperan sebagai “tanda pengenal” agar kuman dapat dikenali antibodi, baru kemudian antibodi dapat menghancurkannya. Akan tetapi, pada beberapa wanita terdapat kelainan adanya antibodi antisperma, akibatnya antibodi tersebut menghancurkan sperma yang masuk sehingga pembuahan gagal terjadi. Pada beberapa pria, juga terdapat kelainan berupa antibodi yang dimilikinya menyerang sperma karena sperma dianggap sebagai benda asing sehingga sperma menjadi berkualitas jelek alias tidak mampu membuahi sel telur.      
Pada dasarnya, wanita tidak memiliki unsur antigen, seperti halnya pada sperma atau komponen plasma semen. Namun, pada saat wanita mulai berhubungan seksual dengan pria, dalam tubuhnya akan terbentuk antibodi antisperma terhadap antigen sperma. Pada tingkat tertentu antibodi masih dapat ditembus oleh sperma yang bagus kualitasnya dan dapat mengakibatkan kehamilan.
2. Infertilitas Sebagai Komplikasi Penyakit Lain
Penyakit-penyakit yang berkomplikasi infertilitas, antara lain: penyakit genetik, kencing manis (diabetes mellitus), penyakit kelenjar gondok, kelainan hormon, dan obesitas (kegemukan).
v Pada Pihak Istri peneyebab infertilitas sebaiknya ditelusuri dari organ luar sampai      dengan indung telur.
a)   Gangguan ovulasi, misal: gangguan ovarium, gangguan hormonal.
b)   Gangguan ovarium dapat disebabkan oleh faktor usia, adanya tumor pada indung telur dan gangguan lain yang menyebabkan sel telur tidak dapat masak. Sedangkan gangguan hormonal disebabkan oleh bagian dari otak (hipotalamus dan hipofisis) tidak memproduksi hormon-hormon reproduksi seperti FSH dan LH. 
c)    Kelainan mekanis yang menghambat pembuahan, meliputi kelainan tuba, endometriosis, stenosis canalis cervicalis atau hymen, fluor albus, kelainan rahim.
d)   Kelainan tuba disebabkan adanya penyempitan, perlekatan maupun penyumbatan pada saluran tuba.
e)    Kelainan rahim diakibatkan kelainan bawaan rahim, bentuknya yang tidak normal maupun ada penyekat. Sekitar 30-40 % pasien dengan endometriosis adalah infertil. Endometriosis yang berat dapat menyebabkan gangguan pada tuba, ovarium dan peritoneumInfertilitas yang disebabkan oleh pihak istri sekitar 40-50 %, sedangkan penyebab yang tidak jelas kurang lebih 10-20 %..

·         Pada Pihak Istri disebabkan oleh:
1. Endometriosis
Endometriosis adalah jaringan endometrium yang semestinya berada di lapisan paling dalam rahim (lapisan endometrium) terletak dan tumbuh di tempat lain. Endometriosis bisa terletak di lapisan tengah dinding rahim (lapisan myometrium) yang disebut juga adenomyosis, atau bisa juga terletak di indung telur, saluran telur, atau bahkan dalam rongga perut. Gejala umum penyakit endometriosis adalah nyeri yang sangat pada daerah panggul terutama pada saat haid dan berhubungan intim, serta -tentu saja-i nfertilitas.
2. Infeksi Panggul
Infeksi panggul adalah suatu kumpulan penyakit pada saluran reproduksi wanita bagian atas, meliputi radang pada rahim, saluran telur, indung telur, atau dinding dalam panggul.
Gejala umum infeksi panggul adalah: nyeri pada daerah pusar ke bawah (pada sisi kanan dan kiri), nyeri pada awal haid, mual, nyeri saat berkemih, demam, dan keputihan dengan cairan yang kental atau berbau. Infeksi panggul memburuk akibat haid, hubungan seksual, aktivitas fisik yang berat, pemeriksaan panggul, dan pemasangan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim, misalnya: spiral                                                                 
3. Mioma Uteri
Mioma uteri adalah tumor (tumor jinak) atau pembesaran jaringan otot yang ada di rahim. Tergantung dari lokasinya, mioma dapat terletak di lapisan luar, lapisan tengah, atau lapisan dalam rahim. Biasanya mioma uteri yang sering menimbulkan infertilitas adalah mioma uteri yang terletak di lapisan dalam (lapisan endometrium). Mioma uteri biasanya tidak bergejala. Mioma aktif saat wanita dalam usia reproduksi sehingga -saat menopause- mioma uteri akan mengecil atau sembuh.
4. Polip
Polip adalah suatu jaringan yang membesar dan menjulur yang biasanya diakibatkan oleh mioma uteri yang membesar dan teremas-remas oleh kontraksi rahim. Polip dapat menjulur keluar ke vagina. Polip menyebabkan pertemuan sperma-sel telur dan lingkungan uterus terganggu, sehingga bakal janin akan susah tumbuh.
5. Kista
Kista adalah suatu kantong tertutup yang dilapisi oleh selaput (membran) yang tumbuh tidak normal di rongga maupun struktur tubuh manusia.
Terdapat berbagai macam jenis kista, dan pengaruhnya yang berbeda terhadap kesuburan. Hal penting lainnya adalah mengenai ukuran kista. Tidak semua kista harus dioperasi mengingat ukuran juga menjadi standar untuk tindakan operasi. Jenis kista yang paling sering menyebabkan infertilitas adalah sindrom ovarium polikistik. Penyakit tersebut ditandai amenore (tidak haid), hirsutism (pertumbuhan rambut yang berlebihan, dapat terdistribusi normal maupun tidak normal), obesitas, infertilitas, dan pembesaran indung telur. Penyakit ini disebabkan tidak seimbangnya hormon yang mempengaruhi reproduksi wanita.
6. Saluran Telur yang Tersumbat
Saluran telur yang tersumbat menyebabkan sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur sehingga pembuahan tidak terjadi alias tidak terjadi kehamilan. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui saluran telur yang tersumbat adalah dengan HSG (Hystero Salpingo Graphy), yaitu semacam pemeriksaan r├Ântgen (sinar X) untuk melihat rahim dan saluran telur.

7. Sel Telur
Kelainan pada sel telur dapat mengakibatkan infertilitas yang umumnya merupakan manifestasi dari gangguan proses pelepasan sel telur (ovulasi). Delapan puluh persen penyebab gangguan ovulasi adalah sindrom ovarium polikistik. Gangguan ovulasi biasanya direfleksikan dengan gangguan haid. Haid yang normal memiliki siklus antara 26-35 hari, dengan jumlah darah haid 80 cc dan lama haid antara 3-7 hari. Bila haid pada seorang wanita terjadi di luar itu semua, maka sebaiknya beliau memeriksakan diri ke dokter.
b.      Infertilitas Disengaja
Disebabkan pasangan suami istri menggunakan alat kontrasepsi baik alami, dengan alat maupun kontrasepsi mantap.
B. Syarat-Syarat Pemeriksaan lnfertilitas
·         Syarat-syarat sebelum dilakukan pemeriksaan adalah:
1.    Istri dengan usia 20-30 tahun baru diperiksa setelah berusaha mendapatkan anak selama 12 bulan. Pemeriksaan dapat dilakukan lebih dini apabila :
a.       Pernah mengalami keguguran berulang
b.      Diketahui mengidap kelainan endokrin
c.       Pernah mengalami peradangan rongga panggul/rongga perut dan,
d.      Pernah mengalami bedah ginekologik.
2.    Istri dengan usia 31-35 tahun dapat langsung diperiksa ketika pertama kali datang.
3.    Istri pasangan infertil dengan usia 36-40 tahun dilakukan pemeriksaan bila belum mendapat anak dari perkawinan ini.
4.    Pemeriksaan infertil tidak dilakukan pada pasangan yang mengidap penyakit.
C.Pengobatan Infertilitas
Usaha- usaha yang Dianjurkan untuk Memperoleh Keturunan
1.    Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Terutama dengan banyak-banyak beristigfar.
2.    Sabar, optimis, dan komunikasi yang baik antar suami-istri untuk memutuskan suatu terapi.
3.    Berperilaku hidup sehat, meliputi:
1)   Diet (pola makan) yang sehat
§  Jumlah asupan kalori ditujukan untuk mencapai berat badan ideal.
§  Karbohidrat kompleks merupakan pilihan dan diberikan secara terbagi dan seimbang, sehingga tidak menimbulkan puncak glukosa darah yang tinggi setelah makan.
§  Mengandung sedikit lemak jenuh dan tinggi serat larut.
2)   Latihan jasmani
§  Latihan jasmani teratur dapat memperbaiki kendali glukosa darah, serta mempertahankan atau menurunkan berat badan.
F. Pengujian Fisik Infertilitas Pria
1. Analisis Semen
Test infertilitas ini akan dinilai oleh seorang ahli. Ini akan mengukur aspek yang berbeda dari sperma laki-laki, termasuk jumlah sperma, pergerakan sperma, bentuk sperma, dan berbagai faktor lainnya. Secara umum, jika jumlah sperma laki-laki tinggi dan sperma berbentuk normal, maka peluang pria menjadi subur jauh lebih tinggi. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa sekitar 15% dari pria yang subur memiliki banyak sperma berbentuk normal.
Jadi, jika analisis semen pertama di tes infertilitas pria Anda normal, dokter mungkin melakukan tes kedua hanya untuk mengkonfirmasi hasil Anda. Jika kedua tes kembali normal, hal ini biasanya merupakan indikator yang baik bahwa pria tersebut tidak masalah dengan kesuburan.
Sekarang, jika analisis air mani hadir kembali dengan hasil abnormal, dokter Anda akan harus melakukan lebih banyak tes untuk menentukan dengan tepat apa masalahnya. Jika hasil kembali menunjukkan bahwa tidak ada semen sama sekali dalam air mani pria itu, ini benar-benar dapat menjadi hal yang baik. Ini bisa berarti bahwa ada sesuatu yang menghalangi air mani dalam proses ejakulasi. Ini bisa menjadi penemuan yang baik karena mungkin akan mudah diperbaiki melalui operasi.
2. Ujian Fisik
Sebuah pengujian fisik selama tes infertilitas pria dapat mengungkap masalah-masalah seperti varicocoeles atau ketidakseimbangan hormon. Selama pengujian ini ukuran testis akan diukur.
3. Evaluasi Tingkat Hormon
Testosteron adalah hormon yang sangat penting dalam produksi sperma, karena itu, jika tingkat testosteron seorang pria rendah secara abnormal , ini dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk memproduksi sperma.  Namun, masalah ini ternyata hanya menjadi penyebab infertilitas pada sekitar 3% kasus melibatkan pria mandul.
4. Evaluasi Genetik
Tes infertilitas pria yang mempertimbangkan genetika dapat menentukan bila ada masalah genetik yang menyebabkan orang menjadi mandul.
G.Penanggulangan Beberapa Masalah Infertilitas
·    Air mani yang abnormal
Air mani disebut abnormal kalau pada tiga kali pemeriksaan berturut-turut hasilnya tetap abnormal, Nasehat terbaik bagi pasangan dengan air mani abnormal adalah melakukan senggama berencana pada saat-saat subur istri.       

Adapun air mani abnormal yang masih dapat diperbaiki kalau disebabkan oleh varikokel, sumbatan, infeksi. Defisiensi gonadotropin, atau hiperprolaktinemia.

1.      Varikokel
Motilitas spermatozoa yang kurang hamper selalu terdapat pada pria dengan varikokel. Menurut Macleod , motilitas spermatozoa yang kurang itu dapat ditemukan pada 90%pria dengan varikokel, sekalipun hormone gonad dan gonadotrupiknya normal. Sejak dubin dan amelar mengumumkan hasil varikokelektomi tidak berhubu8ngan dengan besar kecilnya varikokel, adanya varikokel disertai motilitas spermatozoa yang kurang hamper selalu dianjurkan untuk dioperasi akan mengalami perbaikan dalam motilitas spermatozoa.
2.      Sumbatan vas
Pria yang tersumbat vasnya akan mempertunjukkan azoospermia, dengan besar testikel dan kadar FSH yang normal. Operasi vasoepididimistomi belum memuaskan hasilnya. Walaupun 90% dari ejakulatnya mengandung spermatozoa, akan tetapi angka kehamilannya berkisar sekitar 5-30%.


3.      Infeksi
Infeksi akut traktus genitalis dapat menyumbat vas atau merusak jaringan testis sehingga pria yang bersangkutan menjadi steril. Akan tetapi, infeksi yang menahun mungkin  hanya menurunkan kualitas spermatozoa, dan masih dapat diperbaiki menjadi seperti semula dengan pengobatan. Air mani yang selalu mengandung banyak lekosit, apalagi kalau diserta gejala disuria, nyeri pada waktu ejakulasi, nyeri punggung bagian bawah, patut diduga karena infeksi menahun traktus genitalis. Antibiotika yang terbaik adalah yang akan terkumpul dalam traktus genitalis dengan jumlah besar, seperti eritromisin, dimetilklortetrasiklin, karena dapat menghambat spermatogenesis.
4.      Defisiensi gonadotropin
Walaupun penyebab infertilitas ini jarang sekali terjadi, akan tetapi sangat penting untuk diketahui ada tidaknya penyebab ini, karena pengobatannya dengan gonadotropin dapat mengembalikan fertilitasnya. Pria dengan defisiensi gonadotropin bawaan sering kali mengalami pubertas yang lambat, yang biasanya pernah mendapat pengobatan dengan testosteron. Kalau sudah diobati sebelumnya, tanda-tanda seks sekundernya biasanya jelas tampak . kalau belum pernah mendapat pengobatan, air maninya biasanya azoospermia dengan volum yang rendah.  
5.      Hiperprolaktinemia
Hubungan hiperprolaktinemia sebagai penyebab infertilitas pada pria atau wanita telah diuraikan di bagian lain. Hiperprolaktinemia pada pria dapat mengakibatkan impotensi, testikel yang mengecil, dan kadang-kadang galaktorea. Analisis air mani biasanya normal atau sedikit berkurang. Akan tetapi segal, et al  . dan saidi, et al . melaporkanj adanya hubungan hiperprolaktinemia dengan oligospermia, yang kalau diobati dengan dopamin agonis 2-bromo-alfa-ergo-kriptin dapat memperbaiki spermatogenesisnya.
·         Uji pascasanggama yang abnormal
  Sebagianbesar uji pascanggama yang abnormal disebabkan oleh saat pemeriksaan yang tidak tepat, baik terlampau dini maupun terlampau lambat dalam siklus haid. Seoarang wanita yang fertil, terdapat kesempat 2 hari saja untuk melakukan uji pascasanggama yang tepat, pada tengah siklus haid. Penyebab lain uji pascasanggama yang abnormal adalah air mani yang abnormal, seperti azoospermia, oligospermia, kelainan morfologi spermatozoa yang tinggi. Hasil uji penetrasi spermatozoa in vitro baik, maka uji pascasanggama mengacu pada kontak antara air mani dan lender servik.
·         Mioma uteri
Disamping ada istri yang dapat hamil dan melahirkan seperti boasa dengan mioma uteri, ada istri yang tidak dapat hamil dan satu – satunya kelainan yang dapat ditemukan adalah mioma uteri. Disebabkan oleh tekanan pada tuba, distorsia atau elongsi kavum uteri, iritasi miometrium atau torsi oleh mioma yang berantai. Mekanisme 50% istri dilakukan miomektomi dapat menjadi hamil membuktikan mioma uteri sebabnya. Membutuhkan waktu sekitar 18 bulan. Miomektomi yang terpaksa sampai menembus kavum uteri, maka harus dilakukan seksio sesarea.

·         Maslah tuba yang tersumbat
Infertilitas ada hubungannya dengan masalah tuba yang tersumbat, maka pengobatan sedikit membawah hasil. Istri dengan riwayat infeksi pelvic yang berulang dapat dicoba pemberian antibiotic dalm jangka panjang.pemberian anribiotik secukupny selang waktu 1 bulan selama 6 – 12 bulan dapat memungkinkan potensi tuba daripada orng tanpa pengobatan. Endometriosis tuba dapat diobati denga  pil KB, progesteron yang diberikan selang – seling. Penyembuhan endometriosis akan meninggalkan parut yang dapat menyumbat tuba, maka diperlukan pembedahan untuk mengatsinya.
Prosedur umum bedah tuba
          Pasien dibaringkan dalam sikap litotomi. Pemasangan tampaon vagina sedapat mungkin mendorong uterus dan akneksanya sedekat mungkin kedinding perut, sehingga memudahakan pembedahan. Setelah rongga perut terbuka ;penting untuk menghindarkan kerusakan pada tuba dan permukaan peritoneum dengan jalan pengisi rongga perut fisiologi, irigasi pembedahan terus menerus, melindung alat yang tidak dibedah dengan plastic. Untuk bedah tuba sebaiknya dipakai benang nilon yang tidak diabsorbsi  4 – 0, 6 – 0 atau 8 -0. Hemostasis sebaiknya dilakukan dengan diatermi bipolar.
Pemeriksaan laparaskopis untuk menyakinkan potensi tuba layak ditawarkan kepada pasien, karena kalau terdapat pelekatan sedikit, dengan mudah dilepaskan melalui laparaskopi. Kalau kalau pasien laparaskopi, dapat dianjurkan pemeriksaan histerosalpingografi.
Setelah luka bedah sembuh dan haid sudah dating, pasien dianjurkan senggama seperti biasa.

Lomba Penyuluhan Kesehatan Dalam Rangka Hari HIV/AIDS se - Dunia



Lomba Penyuluhan Kesehatan 
Dalam Rangka Hari HIV/AIDS se - Dunia
Akademi Kebidanan Sakinah Pasuruan


STICKER

 
Lomba ini di selenggarakan oleh BEM AKBID SAKINAH PASURUAN pada tanggal 14 Desember 2011 dalam rangka hari HIV/AIDS se - Dunia.. Alhamdulillah acaranya berjalan lancar dan sukses. Acara ini di ikuti oleh peserta lomba antara lain:
  • AKPER Bahrul Ulum Pasuruan  

  • AKBID Sakinah Pasuruan (SMT III) 2 kelompok

  • AKBID Sakinah Pasuruan (SMT I) 2 kelompok
 
Sambutan Ketua Panitia: Vivit Avita


Dewan Juri


Audiens


Sang Juara


Panitia Penyelenggara


Semoga Akbid Sakinah Pasuruan Tambah Jaya.......

Sabtu, 14 Mei 2011

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Proses Persalinan


1. Passage
Terdiri dari :
  1. Bagian Keras : tulang dan sendi
  2. Bagian lunak : otot, jaringan dan ligamen
Tulang panggul terdiri dari :
  1. os coxae (os ilium, os ischium dan os pubis)
  2. os sacrum
  3. os coccygis.
Sedangkan sendi (artikulasio) terdiri dari :
  1. 2 buah artikulasio sacroiliaca : menghubungkan os sacrum dan os ilium
  2. 1 buah artikulasio sacro coccygea : menghubungkan os sacrum dan os coccygis
  3. 1 buah symphisis pubis : menghubungkan 2 tulang symphisis
Bidang/pintu panggul :
  1. Pintu Atas Panggul (PAP) : promontorium, linea inominata dan pinggir atas symphisis. Disebut juga inlet.
  2. Ruang tengah panggul (RTP) : kira - kira pada spina ischiadica. Disebut juga midlet.
  3. Pintu Bawah Panggul (PBP) : symphisis dan arcus pubis. Disebut juga outlet.
Ukuran - ukuran Panggul :
PAP :
  1. Konjugata diagonalis :pinggir bawah symphisis pubis ke promontorium :12,5 cm
  2. Konjugata vera : pinggir atas symphisis pubis ke promontorium : konjugata diagonalis - 1,5 cm = 11 cm
  3. Konjugata transversa : antar dua linea innominata : 12 cm
  4. Konjugata obliqua : 13 cm
RTP :
  1. Bidang luas panggul : pertengahan symphisis ke pertemuan os sacrum 2 dan 3. Sekitar 12,75 x 12,5 cm. Dalam persalinan tidak mengalami kesukaran.
  2. Bidang sempit panggul : tepi bawah symphisis menuju spina ischiadica. Sekitar 11,5 x 11 cm.
  3. Jarak kedua spina 10 - 11 cm.
PBP :
  1. Anterior posterior : pinggir bawah symphisis ke os coccygis : 10 - 11 cm.
  2. Melintang : 10,5 cm.
  3. Arcus pubis : lebih dari 90 derajat

Hodge I : dibentuk pada lingkaran PAP dengan bagian atas symphisis dan promontorium
Hodge II : sejajar dengan Hodge I setinggi pinggir bawah symphisis.
Hodge III : sejajar Hodge I dan II setinggi spina ischiadika kanan dan kiri.
Hodge IV : sejajar Hodge I, II dan III setinggi os coccygis

Jenis - Jenis Panggul
  1. Ginekoid : panggul perempuan, diameter anteroposterior sama dengan diameter transversa
  2. Android : panggul pria, PAP segitiga, diameter transversa dekat dengan sacrum.
  3. Antropoid : PAP lonjong seperti telur, diameter anteroposterior lebih besar daripada diameter transversa.
  4. Platipelloid : diameter transversa lebih besar daripada diameter anteroposterior.
Ligamen - Ligamen Penyangga Uterus

  1. Ligamentum Kardinale sinistrum dan dekstrum (Mackendrot) : Ligamen terpenting untuk
  2. mencegah uterus tidak turun. Jaringan ikat tebal serviks dan puncak vagina kearah lateral dinding pelvis.
  3. Ligamentum Sacro - uterina sinistrum dan dekstrum : Menahan uterus tidak banyak bergerak Melengkung dari bagian belakang serviks kiri dan kananmelalui dinding rektum kearah os sacrum kiri dan kanan.
  4. Ligamentum Rotundum sinistrum dan dekstrum (Round Ligament) : Ligamen yang menahan uterus dalam posisi antefleksi. Sudut fundus uterus kiri dan kanan ke inguinal kiri dan kanan.
  5. Ligamentum Latum sinistrum dan dekstrum (Broad Ligament) : Dari uterus kearah lateral.
  6. Ligamentum infundibulo pelvikum : Menahan tubafallopi. Dari infundibulum ke dinding pelvis.


2.POWER (KEKUATAN)
Power adalah kekuatan atau tenaga untuk melahirkan yang terdiri dari his atau kontraksi uterus dan tenaga meneran dari ibu.
Power merupakan tenaga primer atau kekuatan utama yang dihasilkan oleh adanya kontraksi dan retraksi otot-otot rahim.
His adalah kontraksi otot-otot rahim pada persalinan.
Kontraksi adalah gerakan memendek dan menebalnya otot-otot rahim yang terjadi diluar kesadaran (involuter) dan dibawah pengendalian syaraf simpatik.
Retraksi adalah pemendekan otot-otot rahim yang bersifat menetap setelah adanya kontraksi.
His yang normal adalah timbulnya mula-mula perlahan tetapi teratur, makin lama bertambah kuat sampai kepada puncaknya yang paling kuat kemudian berangsur-angsur menurun menjadi lemah.
His tersebut makin lama makin cepat dan teratur jaraknya sesuai dengan proses persalinan sampai anak dilahirkan.
His yang normal mempunyai sifat : kontarksi otot rahim mulai dari salah satu tanduk rahim, kontraksi bersifat simetris, fundal dominan yaitu menjalar ke seluruh otot rahim, kekuatannya seperti memeras isi rahim, otot rahim yang berkontraksi tidak kembali ke panjang semula sehingga terjadi retraksi dan pembentukan segmen bawah rahim, bersifat involunter yaitu tidak dapat diatur oleh parturient,.
Tenaga meneran merupakan kekuatan lain atau tenaga sekunder yang berperan dalam persalinan, tenaga ini digunakan pada saat kala 2 dan untuk membantu mendorong bayi keluar, tenaga ini berasal dari otot perut dan diafragma. Meneran memberikan kekuatan yang sangat membantu dalam mengatasi resistensi otot-otot dasar panggul.
Persalinan akan berjalan normal, jika his dan tenaga meneran ibu baik.
Kelainan his dan tenaga meneran dapat disebabkan karena hypotonic/atonia uteri dan hypertonic/tetania uteri
kelainan kekuatan his dan meneran, dapat disebabkan oleh :
1). Kelainan kontraksi rahim
inersia uteri primer dan sekunder
tetania uteri dapat mengakibatkan partus presipitatus, asfiksia intrauterin sampai kematian janin dalam rahiminkoordinasi kontraksi otot rahim yang disebabkan karena usia terlalu tua, pimpinan persalinan salah, induksi perrsalinan, rasa takut dan cemas
2). Kelainan tenaga meneran
Kelelahan
Salah dalam pimpinan meneran pada kala 2


3.PASSANGER

Passenger terdiri dari janin dan plasenta
Janin merupakan passanger utama, dan bagian janin yang paling penting adalah kepala, karena kepala janin mempunyai ukuran yang paling besar, 90% bayi dilahirkan dengan letak kepala
Kelainan-kelainan yang sering menghambat dari pihak passanger adalah kelainan ukuran dan bentuk kepala anak seperti hydrocephalus ataupun anencephalus, kelainan letak seperti letak muka atau pun letak dahi, kelainan kedudukan anak seperti kedudukan lintang atau pun letak sungsang


4.PSYCHE (PSIKOLOGIS)

Faktor psikologis ketakutan dan kecemasan sering menjadi penyebab lamanya persalinan, his menjadi kurang baik, pembukaan menjadi kurang lancar
Menurut Pritchard, dkk perasaan takut dan cemas merupakan faktor utama yang menyebabkan rasa sakit dalam persalinan dan berpengaruh terhadap kontraksi rahim dan dilatasi serviks sehingga persalinan menjadi lama.

5.PENOLONG
        Seseorang yang berjuang dalam meolong dan memperjuangkan kelahiran seorang bayi serta ibu yang juga ikut berjuang dalam melahirkan janinnya.